Diplomasi Dagang di Amerika Sukses, Seskab Minta Tunggu Kabar Baik Selanjutnya

  • 21 Feb 2026 13:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan usai keduanya menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik Amerika-Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kedua pemimpin negara melanjutkan pembahasan dalam pertemuan tertutup. Pertemuan yang berlangsung selama 30 menit tersebut, dibahas berbagai isu strategis dan suasana pertemuan berlangsung konstruktif dan produktif.

“Tentunya banyak pembicaraan di sana, dan kita tunggu, mungkin dalam waktu dekat. Sekarang 19 persen, ya mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia, kita tunggu saja,” kata Seskab Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.

Diplomasi Indonesia untuk menurunkan tarif impor ke Amerika Serikat berhasil, dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen. Artinya penurunan tarif dagang tersebut hingga 50 persen bahkan sejumlah komoditas mendapatkan tarif nol persen.

“Kemudian di situ juga dilaksanakan penandatanganan langsung perjanjian. Saya mengingatkan lagi, jadi perjanjiannya memang 19 persen, menjadi 19 persen, dari sebelumnya tahun lalu itu 32 persen, menjadi 19 persen,” ujar Seskab Teddy.

Adapun fasilitas tarif 0 persen bagi 1.819 produk unggulan Indonesia, khususnya pada sektor pertanian dan industri strategis. Sektor pertanian tersebut seperti kopi, kakao, minyak kelapa sawit, kemudian semi konduktor.

Seskab Teddy mengatakan diplomasi Presiden Prabowo di Washington semakin menegaskan komitmen pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional. Diplomasi melalui pendekatan langsung di tingkat pemimpin negara yani Presiden Prabowo Subianto.

"Kesepakatan ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi ekspansi produk Indonesia di pasar global. Ini memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur ekonomi internasional," katanya menegaskan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan perjuangan Pemerintah Indonesia untuk melakukan negoisasi dengan Amerika Serikat. Sejak pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden Trump pada bulan April 2025, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan empat surat negosiasi tarif secara berkala.

Menteri Airlangga mengungkapkan 90 persen dokumentasi yang dikirim oleh pemerintah Indonesia dipenuhi oleh Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia juga beberapa kali menggelar pertemuan baik secara virtual maupun langsung dengan Pemerintah Amerika.

“Dalam periode tersebut Indonesia mengunjungi Washington DC sebanyak kali. Kemudian 7 kali putaran perundingan, dan lebih dari 9 kali pembahasan in person maupun virtual dengan USTR atau Duta Besar Jamieson Greer,” kata Menko Airlangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....