Indonesia-AS Sepakati Penurunan Tarif Jadi 19 Persen
- 20 Feb 2026 14:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat dan Indonesia telah menyelesaikan kesepakatan perdagangan untuk menurunkan tarif menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen. Langkah ini diumumkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump bersama pemerintah Indonesia, dilansir dari BBC News, Jumat, 20 Februari 2026.
Kesepakatan ini menandai upaya baru kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan memperluas kerja sama perdagangan bilateral. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia sepakat mengurangi hambatan perdagangan pada lebih dari 99 persen impor dari AS.
Indonesia juga akan memfasilitasi pembelian barang-barang Amerika senilai lebih dari 30 miliar dolar (Rp506,3 triliun). Sebagai imbalannya, Washington memberikan pengecualian tarif untuk sejumlah produk Indonesia, termasuk pakaian dan tekstil tertentu.
Perwakilan perdagangan AS Jamieson Greer menyatakan bahwa kesepakatan ini akan membantu mengurangi hambatan perdagangan. Ia juga menegaskan bahwa perjanjian tersebut melindungi kepentingan ekonomi Amerika.
Kesepakatan dicapai saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Washington untuk menghadiri pertemuan Board of Peace. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perjanjian ini menguntungkan kedua pihak.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut diperkirakan akan menarik lebih banyak investasi ke Indonesia. Airlangga juga menyebut sekitar 90 persen permintaan Indonesia terkait ketentuan tarif telah disetujui oleh pihak AS.
Indonesia memperoleh pengecualian tarif untuk lebih dari 1.700 barang. Barang tersebut termasuk kopi, rempah-rempah, cokelat, karet alam, dan minyak sawit sebagai komoditas ekspor utama.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia membuka pasar bagi produk Amerika. Indonesia akan menerima standar AS terkait keselamatan kendaraan, emisi, perangkat medis, dan farmasi.
Indonesia juga akan menghapus hambatan perdagangan di sektor pertanian, kesehatan, makanan laut, teknologi, dan otomotif. Selain itu, Indonesia berkomitmen membeli barang AS senilai miliaran dolar, termasuk kapas, kedelai, daging sapi, pesawat Boeing, dan energi.
Perusahaan Amerika juga akan dilibatkan dalam pengembangan infrastruktur logam tanah jarang di Indonesia guna memperkuat pasokan mineral penting. Kesepakatan ini dijadwalkan mulai berlaku dalam 90 hari dan masih memungkinkan penyesuaian jika kedua negara sepakat.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral. Ia menilai kesepakatan ini akan membantu mengurangi surplus perdagangan Indonesia terhadap AS.
Kedua negara berharap perjanjian tersebut dapat memperkuat rantai pasok global. Mereka juga menilai kerja sama ini akan mendorong kemakmuran ekonomi bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....