Perjanjian Timbal Balik, Tonggak Baru Aliansi Ekonomi RI dan Amerika
- 20 Feb 2026 13:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington, D.C - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan perjanjian perdagangan ‘timbal balik’ Indonesia-Amerika Serikat merupakan kerja sama ekonomi saling menguntungkan. Seskab Teddy mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi atas penandatangan kerja sama dagang tersebut.
“Perjanjian bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik. Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut,” kata Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.
Seskab Teddy mengatakan penandatangan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat. Terutama dibidang ekonomi dan perdagangan strategis lainnya.
Selanjutnya, Presiden Prabowo dan Presiden Trump menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait untuk membuat langkah lanjutan. Upaya tersebut untuk memastikan pelaksanaan perjanjian berjalan efektif.
“Presiden Trump dan Presiden Prabowo juga menginstruksikan para menteri dan pejabat. Instruksi terkait untuk mengambil langkah-langkah lanjutan guna membuka era keemasan baru bagi kemitraan strategis Amerika Serikat–Indonesia,” ujar Seskab Teddy.
Kedua Kepala Negara tersebut, kata Seskab Teddy, berharap implementasi kesepakatan perjanjian perdagangan mampu memperkuat keamanan ekonomi. Kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi nasional masing-masing negara, dan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas dan kemakmuran ekonomi global.
“Perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi. Serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global,” ujar Seskab Teddy.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat resmi menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik. Kerja sama perdagangan bertajuk ‘Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Allianc’.
Kesepakatan perjanjian perdagangan tersebut diantaranya kesepakatan untuk menurunkan tarif hingga nol persen pada sejumlah produk Indonesia. Didalam dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART), terdapat 1.819 pos tarif produk yang memperoleh tarif 0 persen.
“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri yang tarifnya nol persen. Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang,” kata Menteri Koordinato Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Tarif nol persen juga berlaku untuk produk tekstil apparel dengan dengan mekanisme tariff rate quota (TRQ). Menteri Airlangga menjelaskan pemberian tarif nol persen akan memberikan dampak positif untuk pekerja dan keluarga sektor tekstil.
“Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat indonesia,” ujarnya.
Indonesia juga berkomitmen memberikan tarif nol persen untuk produk Amerika yang masuk ke Indonesia terutama gandum dan kedelai. Artinya dengan tarif nol persen, masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk produk berbahan baku impor tersebut.
“Masyarakat indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soyabean ataupun wheat dalam hal ini, noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” ujarnya menerangkan.
Kedua negara juga sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik sesuai posisi dalam forum World Trade Organization (WTO). Indonesia turut mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional, serta memastikan adanya perlindungan data konsumen yang setara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....