Rusia Peringatkan AS Hindari Serangan Baru Iran

  • 19 Feb 2026 15:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Moskow — Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, memperingatkan mengenai ketegangan di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa setiap serangan baru yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran akan memiliki konsekuensi serius.

Lavrov menyerukan kedua pihak menahan diri dan mencari solusi yang memungkinkan Iran menjalankan program nuklirnya secara aman dan damai. Lavrov menekankan bahwa konsekuensi serangan nuklir akan sangat buruk, dilansir dari CNA, Kamis, 19 Februari 2026.

Hal ini dikarenakan sebelumnya telah terjadi serangan terhadap situs-situs nuklir Iran yang berada di bawah kendali Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Menurut Lavrov, serangan tersebut menimbulkan risiko nyata terjadinya insiden nuklir.

Ia juga memantau reaksi negara-negara Arab dan monarki Teluk, yang tampaknya tidak ingin ketegangan meningkat lebih jauh. Lavrov menegaskan bahwa situasi ini seperti “bermain dengan api”.

Ia memperingatkan bahwa peningkatan ketegangan dapat menghapus langkah-langkah positif yang telah dicapai beberapa tahun terakhir. Hal ini termasuk hubungan yang membaik antara Iran dan negara-negara tetangga, terutama Arab Saudi.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Iran diperkirakan akan mengajukan proposal tertulis. Proposal tersebut diajukan untuk menyelesaikan kebuntuan dengan Amerika Serikat setelah pembicaraan di Jenewa.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa penasihat keamanan nasional AS telah bertemu di Gedung Putih. Mereka telah diberitahu bahwa seluruh pasukan militer AS di kawasan harus siap pada pertengahan Maret.

Amerika Serikat menuntut agar Iran menghentikan program nuklirnya. Namun, Iran menolak tuntutan tersebut dan membantah bahwa mereka berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Lavrov menyebut bahwa negara-negara Arab telah mengirim sinyal kepada Washington yang menyerukan penahanan diri. Sinyal tersebut juga meminta pencarian kesepakatan yang tidak melanggar hak sah Iran dan menjamin bahwa program nuklir Iran tetap murni damai.

Rusia, kata Lavrov, tetap menjalin kontak erat dan rutin dengan pemimpin Iran. Ia menegaskan bahwa Rusia tidak meragukan niat Iran untuk menyelesaikan masalah nuklir secara damai.

Selain itu, Lavrov mengatakan bahwa Iran tetap mematuhi ketentuan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan menghindari eskalasi ketegangan yang bisa membahayakan seluruh wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....