Presiden Soroti Masalah Kesenjangan dan Stunting di Forum Bisnis AS

  • 19 Feb 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington D.C. - Presiden Prabowo Subianto menceritakan perjalanan panjang pencalonannya dalam pemilihan presiden di Indonesia. Dari proses tersebut, Presiden mengaku menemukan persoalan kesenjangan ekonomi dan stunting di Indonesia.

“Saya ikut serta dalam lima percobaan: 2004, 2009, 2014, 2019, dan kelima kalinya di 2024. Selama kampanye, saya berkeliling negara dan mengunjungi desa-desa," kata Presiden dalam pidatonya dalam forum roundtable Business Summit di Amerika Serikat, Rabu, 18 Februari 2026.

Presiden mengaku terkejut melihat kondisi anak-anak desa yang pertumbuhannya tidak sesuai usia. Pengalaman tersebut membuka pemahamannya terhadap persoalan stunting nasional.

" Anak-anak yang saya pikir berusia 4 atau 5 tahun, ternyata usianya sudah 10, 11, atau 12 tahun. Saya baru tahu bahwa 25% anak-anak kita mengalami stunting, sel otak mereka tidak optimal, begitu juga sel tulang dan otot mereka,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, dampak stunting dapat melemahkan kualitas generasi mendatang. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut.

“Mereka akan menjadi sangat lemah secara fisik saat tumbuh dewasa. Kita tidak bisa menerima ini,” kata Presiden.

Presiden juga melihat masih adanya kesenjangan ekonomi di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. “Saya melihat kesenjangan antara yang sangat kaya di puncak dengan rakyat saya yang masih mengalami kemiskinan," ucap Presiden.

Presiden menyebut kebijakan efisiensi anggaran diarahkan untuk membiayai program prioritas masyarakat. Dana hasil penghematan, kata dia, dialokasikan kembali untuk kepentingan publik.

“Dana yang saya selamatkan itu seharusnya bisa hilang menguap karena korupsi. Dana penghematan inilah yang saya alokasikan kembali untuk program-program ini," ujar Presiden.

Presiden juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sebagai investasi jangka panjang. Program tersebut dinilai memberi manfaat ekonomi signifikan menurut kajian internasional.

“Saya bertemu beberapa pemimpin dari Rockefeller Institute dari Amerika Serikat yang datang ke Jakarta. Khusus untuk mempelajari program makan gratis kami,” ucap Presiden.

Presiden menyebut berbagai kajian menunjukkan program MBG tidak sekadar bantuan, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia. “Setiap satu dolar yang dihabiskan untuk makan gratis bagi anak-anak, dalam jangka panjang bisa memberikan imbal hasil hingga 35 kali lipat," ujar Presiden Prabowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....