Indonesia-Kamboja Perkuat Hubungan Bilateral Melalui Film
- 15 Feb 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Phnom Penh – KBRI Phnom Penh menyelenggarakan pemutaran khusus film Indonesia “Boundless Love” di Legend Cinema Olympia, Phnom Penh, Kamis, 12 Februari 2026. Acara ini disebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan sosial-budaya di Kamboja.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kerajaan Kamboja serta bekerja sama dengan Nanyang Bridge Media. Acara tersebut turut dihadiri oleh Phoeurng Sackona, Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja.
Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menegaskan pemutaran film ini bertujuan untuk mempromosikan industri kreatif dan kekayaan budaya Indonesia melalui film. Ia mencatat meningkatnya popularitas film Indonesia di Kamboja.
Mengutip data dari Departemen Perfilman dan Diseminasi Budaya Kamboja yang menunjukkan pada 2025 film Indonesia menempati peringkat ketiga. Yaitu, sebagai film asing yang paling banyak diputar di bioskop Kamboja, setelah film Hollywood dan produksi lokal.
“Film merupakan jembatan penting antara kedua bangsa kita. Sambutan positif terhadap film Indonesia di Kamboja mencerminkan kedekatan masyarakat kedua negara serta membuka peluang baru untuk kolaborasi di sektor kreatif,” ujar Dubes Santo.
Santo menambahkan, melalui pemutaran ini, KBRI memperkenalkan kepada penonton Kamboja beragam genre film Indonesia yang lebih luas. “Sinema Indonesia tidak hanya menawarkan film horor. Kami menghasilkan karya yang beragam dan berkualitas tinggi yang layak mendapatkan pengakuan lebih luas,” ucapnya.
Sementara, pemutaran film merupakan simbol persahabatan, kemitraan, dan visi bersama antara Kamboja dan Indonesia. Kata Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja, Phoeurng Sackona pada kesempatan yang sama.
“Boundless Love”, yang dirilis pada tahun 2019, merupakan film drama romantis hasil produksi bersama Indonesia dan Tiongkok. Dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Red and White China, dan PT Kamala Media Cipta, film ini menunjukkan potensi kemitraan internasional dalam industri kreatif.
Sesi diskusi juga diselenggarakan untuk menjajaki kerja sama antara para pemangku kepentingan perfilman Indonesia dan Kamboja, termasuk peluang produksi bersama, pertukaran konten, serta peningkatan kapasitas profesional.
Sesi tersebut menghadirkan Ihsan Chairdiansyah dari PT Produksi Film Negara dan Bapak Gandhi Priambodho, CEO Nanyang Bridge Media. Sementara, pemutaran film Indonesia ini dihadiri sekitar 250 peserta dari kalangan diplomatik, industri kreatif, dan universitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....