Ukraina Pertimbangkan Referendum Konsesi Wilayah kepada Rusia

  • 14 Feb 2026 15:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kyiv - Ukraina disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan membuat konsesi kepada Rusia terkait wilayah Donetsk di bagian timur negara tersebut. Laporan ini diungkap oleh The Atlantic yang mengutip sejumlah sumber serta pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Menurut laporan tersebut, Ukraina dinilai mulai melunak dari sikap sebelumnya yang bersikeras mempertahankan seluruh wilayahnya. Sumber yang berbicara kepada media itu menyebut bahwa Kyiv mungkin siap menerima konsesi paling sulit.

Melansir dari UNN, Sabtu, 14 Februari 2026, konsesi tersebut adalah melepaskan kendali atas sebagian wilayah di kawasan Donetsk. Pemerintah Ukraina disebut mempertimbangkan penyelenggaraan referendum mengenai rencana perdamaian pada musim semi mendatang.

Referendum itu akan memungkinkan rakyat Ukraina memberikan suara atas kesepakatan yang berpotensi mencakup hilangnya sebagian wilayah negara. Selain itu, opsi menggabungkan referendum dengan pemilihan presiden juga tengah dipertimbangkan.

Opsi tersebut dipertimbangkan guna memberikan mandat baru kepada Zelenskyy untuk pertama kalinya sejak ia terpilih pada 2019. Zelenskyy menyatakan bahwa pendekatan tersebut dapat meningkatkan partisipasi pemilih sekaligus mempersulit Rusia untuk mempertanyakan hasilnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan yang diajukan kepada publik harus benar-benar merupakan “kesepakatan yang tepat". Ia juga menolak gagasan mengajukan kesepakatan yang buruk ke referendum.

Zelenskyy menambahkan bahwa wacana penyelenggaraan pemilu di tengah perang berasal dari pihak Rusia, yang menurutnya ingin menyingkirkannya dari jabatan. Meski demikian, Zelenskyy menyatakan kesediaannya untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin secara virtual kecuali di Moskow.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa Ukraina hampir meninggalkan tuntutan sebelumnya agar Putin dan para jenderalnya diadili atas dugaan kejahatan perang. Perkembangan ini menunjukkan adanya pergeseran strategi diplomatik Kyiv dalam upaya mencari jalan damai atas konflik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....