Ini Tradisi Unik Bangunkan Sahur di Dunia
- 12 Feb 2026 12:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Bulan Ramadan yang akan segera datang membawa banyak budaya dan tradisi yang berbeda-beda di setiap negara di dunia. Salah satu tradisi dan budaya yang unik di negara-negara dunia adalah membangunkan sahur.
Di Indonesia, budaya membangunkan sahur dilakukan dengan berkeliling kampung atau lingkungan tempat tinggal sambil berteriak “Sahur! Sahur!”. Di beberapa daerah, tradisi ini juga disertai dengan tabuhan drum, kentongan bambu, atau alat-alat lain yang dipukul untuk menghasilkan suara.
Tidak hanya di Indonesia, beberapa negara di dunia juga memiliki budaya membangunkan sahur yang unik. Di India, orang-orang dibangunkan untuk sahur dengan lagu pujian kepada Allah Swt. dan Nabi Muhammad SAW.
Melansir dari berbagai sumber, masyarakat Muslim India dibangunkan oleh petugas yang disebut ‘Seheriwalas’ atau ‘Zohridaars’. Mereka akan berkeliling jalan mulai pukul 02.30 dini hari sambil mengetuk pintu rumah menggunakan tongkat.
Sementara itu, umat Muslim di Mesir dibangunkan sahur oleh petugas yang dipanggil ‘Mesaharaty’, yang berarti pemanggil sebelum fajar. Mesaharaty merupakan seorang petugas lakui-laki berpakaian tradisional Mesir.
Mesaharaty akan berkeliling desa atau kota dengan menyanyikan lagu religi sambil menabuh drum untuk membangunkan sahur. Di Maroko, tradisi unik membangunkan sahur memiliki dua cara yang berbeda, yaitu orang yang disebut nafar dan tebbal.
Nafar merupakan orang yang membangunkan sahur dengan meniup terompet kecil, sementara tebbal dengan menabuh drum. Mereka berkeliling dengan menggunakan pakaian tradisional Gandora.
Selain itu, Albania juga memiliki tradisinya sendiri dalam membangunkan masyarakat sahur dengan memainkan alat yang disebut lodra. Lodra merupakan drum yang terbuat dari kulit kambing, dibawa berkeliling di jalan.
Negara terakhir yang memiliki tradisi unik dalam membangunkan sahur adalah Turki, yang mirip dengan Indonesia. Namun, tradisi di Turki yang disebut davuls ini dikenal lebih berisik daripada yang ada di Indonesia.
Ketika dini hari bulan Ramadan, jalanan di Turki akan ramai dengan setidaknya 2.000 davuls atau drum khas Turki yang dimainkan. Dalam aksi ini, pemain davuls berkeliling ke penjuru kota dengan mengenakan pakaian tradisional kekaisaran Ottoman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....