Iran Dukung Presidensi Indonesia di Dewan HAM

  • 11 Feb 2026 15:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Iran mendukung Presidensi Indonesia di Dewan HAM PBB pada 2026. Kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi pada resepsi diplomatik peringatan 47 tahun Revolusi Republik Islam Iran, Selasa, 10 Februari, di Jakarta.

“Bergabungnya Indonesia ke BRICS pada tahun 2025, bersamaan dengan presidensinya di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2026. Telah semakin memperluas ruang lingkup peluang kerja sama antara kedua negara (Iran-Indonesia) di tingkat global dan internasional,” ujar Boroujerdi dalam resepsi diplomatik yang turut dihadiri para tokoh bangsa seperti Wapres RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. 

Boroujerdi menilai, Presidensi Indonesia di Dewan HAM memberikan kesempatan berharga bagi Indonesia dan Iran beserta negara lainnya. Yaitu, dalam mengoperasionalkan visi bersama tentang tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang. 

“Peran ini memungkinkan Indonesia untuk lebih mempromosikan prinsip-prinsipnya yang non-selektif, imparsial, universal, dan pencegahan politisasi dalam masalah HAM. Serta, mencegah penyalahgunaan isu tersebut sebagai instrumen kesenangan politik,” katanya menambahkan. 

Secara khusus Boroujerdi turut menyoroti hubungan diplomatik Indonesia-Iran yang memasuki 76 tahun pada 2026. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir kedua negara telah mengambil berbagai langkah penting untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang. 

“Meskipun demikian, masih banyak peluang kerja sama yang belum dimanfaatkan antara kedua negara Islam besar ini. Peluang yang dapat diwujudkan melalui kemauan politik yang kuat dan komitmen bersama dari para pemimpin Republik Islam Iran dan Republik Indonesia,” ucapnya. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Arifah Fauzi sebagai Tamu Kehormatan memberikan sambutan pada resepsi diplomatik peringatan 47 tahun Revolusi Republik Islam Iran, Selasa, 10 Februari, malam di Jakarta. (Foto: RRI/Retno Mandasari)

Sementara, Indonesia dan Iran telah membina hubungan yang didasarkan pada rasa saling menghormati, solidaritas, dan keterlibatan yang konstruktif selama lebih dari tujuh dekade. Kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Arifah Fauzi dalam kesempatan yang sama. 

“Kita juga memiliki komitmen bersama terhadap multilateralisme, dialog, dan kerja sama untuk perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Ketahanan kemitraan ini menjadi bukti kekuatan dan kematangan perdamaian bilateral kita di tengah dinamika regional dan global yang semakin kompleks,” ujar Menteri Arifah yang hadir sebagai Tamu Kehormatan. 

Melansir laman Kemlu RI, hubungan diplomatik Indonesia dan Iran dimulai pada 1958 dan hingga saat ini kedua negara terus memperkuat sinergi dalam berbagai kerjasama strategis. Antara lain bidang perdagangan, teknologi, kesehatan, pendidikan, dan isu-isu global yang menjadi perhatian kedua negara. 

Termasuk dukungan terhadap hak-hak Palestina dan penyelesaian konflik regional melalui jalur diplomasi. Kedekatan ini juga diwujudkan dalam dukungan dan kolaborasi di berbagai forum internasional, seperti PBB, OKI, D-8, hingga BRICS.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....