Arab Saudi Pastikan Situasi Aman, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tak Khawatir

  • 14 Jul 2026 22:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Situasi keamanan di Arab Saudi tetap kondusif di tengah memanasnya konflik yang kembali melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
  • Masyarakat Indonesia yang hendak menunaikan ibadah haji maupun umrah tidak perlu khawatir.
  • Adapun militer AS melancarkan lebih banyak serangan ke Iran, sementara media pemerintah Iran melaporkan terjadi ledakan di sejumlah kota.

RRI.CO.ID, Jakarta - Situasi keamanan di Arab Saudi tetap kondusif di tengah memanasnya konflik yang kembali melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Demikian kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah H. Amodi, saat ditemui Senin, 13 Juli 2026, malam di Jakarta.

Pada kesempatan itu Faisal turut menegaskan bahwa masyarakat Indonesia yang hendak menunaikan ibadah haji maupun umrah tidak perlu khawatir. Menurutnya, stabilitas keamanan di Arab Saudi tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh dinamika konflik yang terjadi di kawasan.

"Alhamdulillah Arab Saudi tetap stabil, baik di masa lalu, saat ini, maupun di masa mendatang. Seratus persen aman, aman bagi warga negara Arab Saudi, bagi mereka yang tinggal di Arab Saudi, maupun bagi para pengunjung dan semua orang," ujarnya menambahkan.

"Tidak ada, mereka tidak perlu khawatir. Alhamdulillah, Arab Saudi sangat aman.”katanya.

Selain menjamin keamanan, Faisal juga memastikan layanan penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi tetap berjalan normal. Menurut dia, setiap hari tersedia lima penerbangan langsung yang dioperasikan Saudi Airlines, di samping penerbangan dari maskapai lain yang melayani rute transit dengan tujuan akhir Jeddah.

“Penerbangan juga beroperasi setiap hari, ada banyak penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi, setiap hari terdapat lima penerbangan langsung yang dioperasikan oleh Saudi Airlines. Selain itu, ada juga maskapai lain yang melayani penerbangan transit ke berbagai tujuan, dengan tujuan akhir di Jeddah, semua berjalan dengan baik di Arab Saudi,” kata Dubes Faisal.

Adapun militer AS melancarkan lebih banyak serangan ke Iran, sementara media pemerintah Iran melaporkan terjadi ledakan di sejumlah kota. Termasuk Bushehr, Bandar Abbas, Mahshahr, dan Abadan.

Iran menyatakan telah menyerang fasilitas milik AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania, serta menyerang dua kapal tanker minyak raksasa di Selat Hormuz. Sedangkan, Persatuan Emirat Arab (PEA) menyatakan dua kapal berbendera negaranya terkena serangan rudal jelajah Iran, tulis Al Jazeera dalam laporannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....