Penulis Asal Jepang Nilai Pembaca Indonesia Cerdas Berpendapat
- 07 Feb 2026 14:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Penulis asal Jepang Mizuki Tsujimura merasa takjub dengan daya kritis para pembaca di Indonesia. Tsujimura mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki kemampuan verbal yang sangat luar biasa dalam menyampaikan opini mengenai sebuah karya.
Kesan mendalam tersebut muncul setelah novelis populer itu melihat antusiasme pembaca terhadap karya terjemahan miliknya. Para pembaca di Tanah Air dianggap mampu menyelami perasaan setiap karakter utama secara sangat mendalam dan emosional.
“Saya merasa pembaca Indonesia sangat pintar dalam menyampaikan pendapat. Pendapat tersebut disampaikan secara verbal atau lisan,” ujar Tsujimura di Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Tsujimura mengatakan, ia sempat merasa khawatir terhadap perbedaan budaya sistem pendidikan antara Jepang dan Indonesia. Namun ketakutan tersebut hilang setelah melihat pembaca lokal merasa memiliki kesamaan nasib dengan tokoh di cerita.
Novel bertajuk ‘Kastil Terpencil di Dalam Cermin’ tersebut mengangkat isu personal mengenai kehidupan remaja di sekolah. Penulis berusaha membedah keresahan anak-anak yang merasa sesak terhadap lingkungan sosial dan guru mereka saat belajar.
“Saya mendapat kesan bahwa pembaca di Indonesia membaca cerita tujuh orang dalam buku ini sebagai orang kedelapan. Mereka seolah ikut terlibat dalam alur cerita tersebut,” kata Tsujimura.
Sementara itu, Assistant Director The Japan Foundation Miyake Shota mengatakan, Indonesia memiliki potensi literasi yang besar. Miyake melaporkan jumlah pendaftar kompetisi membaca tahun ini meningkat lima kali lipat dibandingkan dengan periode tahun lalu.
Sebanyak 578 sekolah dari 34 provinsi telah berpartisipasi aktif. Data tersebut memperkuat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah pembelajar bahasa Jepang terbanyak kedua dunia.
The Japan Foundation sengaja memilih novel karya Mizuki Tsujimura untuk memperkenalkan sastra Jepang modern kepada generasi muda Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan para siswa melalui proses imajinasi kreatif saat membaca sebuah teks narasi.
Miyake menilai proses membaca novel asing memerlukan waktu lama karena pembaca harus memahami latar belakang sejarah. Namun durasi tersebut justru menjadi momentum berharga bagi pembaca untuk menyelami budaya bangsa lain secara lebih intim.
“Namun menurut saya, waktu itu sangat tepat. Kesempatan tersebut sangat baik untuk memahami budaya lain,” ucap Miyake.
Mizuki Tsujimura juga dijadwalkan akan mengunjungi wilayah Lombok untuk meninjau langsung praktik pendidikan bahasa Jepang. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki basis pembelajar yang luas serta mendapatkan bantuan dari program Nihongo Partners.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....