Sekjen PBB Kutuk Serangan Ledakan di Islamabad

  • 07 Feb 2026 11:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, New York - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengutuk serangan ledakan bunuh diri yang terjadi di masjid Khadija Tul Kubra, di daerah Tarlai Kalan, Islamabad. Adapun serangan bom bunuh diri itu terjadi saat salat Jumat, 6 Februari 2026. 

"Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima. Ia menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan,” kata Sekjen Gutteres dalam pernyataan yang dibacakan Juru Bicara Stéphane Dujarric dilansir UN News.

Sekjen Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan mendoakan pemulihan penuh dan cepat bagi mereka yang terluka. “Ia juga menegaskan kembali "solidaritas PBB dengan Pemerintah dan rakyat Pakistan dalam upaya mereka memerangi terorisme dan ekstremisme kekerasan,” ujarnya menambahkan. 

Sementara, Koordinator Tetap PBB di Pakistan, Mo Yahya, mengatakan ia sangat terkejut dan sedih atas serangan mengerikan di sebuah Imambargah di Islamabad. Yaitu, di  tempat orang-orang berkumpul untuk salat Jumat. 

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada para korban dan keluarga mereka. Kita harus bersatu dalam menentang kekerasan yang tidak masuk akal seperti itu,” kata Mo Yahya menekankan. 

Terjadi ledakan yang diduga merupakan serangan bom bunuh diri di masjid Khadija Tul Kubra, di daerah Tarlai Kalan, Islamabad bagian tenggara. Serangan bom bunuh diri di masjid Syiah di Islamabad ini telah menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 orang lainnya. 

Sementara, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan penjaga keamanan masjid mencoba mencegat tersangka. Namun, tersangka justru melepaskan tembakan ke arah mereka sebelum meledakkan bahan peledaknya di antara para jamaah. 

Asif menduga penyerang tersebut telah melakukan perjalanan bolak-balik ke Afghanistan, dikutip Aljazeera. Pada Jumat malam, kelompok ISIL (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui saluran Telegram mereka. 

ISIS merilis gambar yang menurut mereka menunjukkan penyerang memegang senjata. Yaitu, dengan wajah tertutup dan mata buram, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Reuters.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....