Ukraina Sepakati Rencana Penegakan Gencatan Senjata Bertingkat

  • 04 Feb 2026 13:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kyiv - Ukraina dilaporkan telah menyepakati rencana penegakan gencatan senjata bertingkat bersama negara-negara Barat, termasuk Eropa dan Amerika Serikat. Rencana tersebut bertujuan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran oleh Rusia, dilansir dari Reuters, Rabu, 4 Februari 2026.

Laporan Financial Times menyebutkan kesepakatan ini dirancang untuk menanggapi setiap pelanggaran gencatan senjata yang berulang. Pelanggaran tersebut akan memicu respons terkoordinasi, termasuk langkah militer, dari para mitra Barat.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, rencana penegakan gencatan senjata ini telah dibahas dalam sejumlah pertemuan. Pertemuan itu berlangsung pada Desember dan Januari dan melibatkan pejabat Ukraina, Eropa, serta Amerika Serikat.

Mekanisme respons disusun secara bertahap, dimulai dari langkah diplomatik hingga kemungkinan intervensi militer yang lebih luas. Setiap pelanggaran oleh Rusia akan ditanggapi dalam waktu 24 jam dengan peringatan diplomatik.

Jika diperlukan, tentara Ukraina akan melakukan tindakan terbatas untuk menghentikan pelanggaran tersebut. Apabila permusuhan terus berlanjut, rencana tersebut akan memasuki tahap kedua.

Tahap ini melibatkan pasukan dari “koalisi negara-negara yang bersedia”, termasuk sejumlah negara Uni Eropa serta Inggris, Norwegia, Islandia, dan Turki. Dalam skenario eskalasi yang lebih besar, respons terkoordinasi oleh pasukan yang didukung Barat akan diberlakukan.

Respons tersebut, termasuk keterlibatan militer Amerika Serikat, akan diaktifkan dalam waktu 72 jam setelah pelanggaran awal. Sementara itu, utusan dari Kyiv, Moskow, dan Washington dijadwalkan bertemu di Abu Dhabi untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....