Laporan WNI Eks Sindikat Online Scam Tembus 3.000
- 03 Feb 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - KBRI Phnom Penh menerima laporan dari WNI eks sindikat online scam Kamboja mencapai 3.000 lebih. Kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026 di Kemlu RI, Jakarta.
“Kami baru dapat update juga dari dubes kita hingga hari ini KBRI Phnom Penh itu telah menerima lebih dari 3.100 aduan WNI setelah keluar dari sindikat penipuan daring. KBRI Phnom Penh telah merespons secara cepat dan juga terkoordinasi, termasuk melakukan pendataan, pelayanan kekonsuleran, dan fasilitasi pemulangan para WNI tersebut,” ujarnya menambahkan.
Yvonne mengungkapkan, sebanyak 830 Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) telah diterbitkan untuk para WNI eks sindikat online scam kembali ke tanah air. Adapun penerbitan SPLP itu merupakan kerja sama KBRI Phnom Penh, Kemlu RI dan Ditjen Imigrasi.
“Dan dapat kita sampaikan, 722 WNI kita itu dendanya telah diputihkan oleh Imigrasi Kamboja. Ini juga hasil negosiasi KBRI Phnom Penh dengan otoritas setempat,” kata Jubir Kemlu.
Sementara, bagi WNI yang belum kembali ke tanah air, maka mereka ditampung di penampungan sementara yang difasilitasi KBRI Phnom Penh. Namun, sebagian juga diketahui menyewa akomodasi secara pribadi.
“Dapat diinformasikan saat ini, yang ada di penampungan sementara kita jumlahnya adalah 1.213 WNI. Semua proses dilakukan secara hati-hati dan proporsional, dan khususnya dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh KBRI Phnom Penh terkait isu ini,” ucapnya.
Sedangkan terkait status para WNI eks sindikat online scam ini setelah kembali ke Indonesia, Yvonne menyebut pemerintah saat ini memastikan mereka dalam kondisi aman dan sehat. “Saat dipulangkan nanti, mereka dalam keadaan aman dan selamat, prosesnya setelahnya akan kita bahas lagi dengan kementerian-kementerian dan pihak-pihak terkait tentunya,” kata Jubir Kemlu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....