Perundingan Damai Ukraina, AS, dan Rusia Tertunda

  • 03 Feb 2026 14:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Abu Dhabi - Perundingan damai trilateral antara Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Februari 2026 di Abu Dhabi. Agenda tersebut digelar setelah sebelumnya mengalami penundaan, dilansir dari Deutsche Welle, Selasa, 3 Februari 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ia menegaskan kesiapan Kyiv untuk terlibat dalam pembahasan yang substantif demi mengakhiri perang secara nyata dan bermartabat.

Meski demikian, hingga kini Kremlin dan pemerintah Amerika Serikat belum mengonfirmasi tanggal perundingan tersebut. Penundaan putaran kedua perundingan ini terjadi setelah adanya pertemuan antara utusan Rusia Kirill Dmitriev dan delegasi perdamaian Amerika Serikat di Florida.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk utusan perdamaian Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta beberapa pejabat lainnya. Pertemuan itu disebut berlangsung secara konstruktif, meski tidak ada rincian pembahasan yang diungkapkan ke publik.

Perundingan ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. Namun, putaran pertama yang digelar pada akhir Januari lalu belum mampu menghasilkan terobosan yang signifikan.

Isu wilayah, khususnya kawasan Donbas di Ukraina timur, masih menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi. Rusia menuntut agar pasukan Ukraina meninggalkan wilayah tersebut.

Sementara itu, Kyiv menolak dan memperingatkan bahwa penyerahan wilayah justru akan memperbesar ancaman keamanan. Ketegangan kembali meningkat setelah Rusia melancarkan serangan menjelang rencana perundingan tersebut.

Serangan tersebut terjadi meskipun sebelumnya telah disepakati adanya jeda serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. Insiden ini kembali menegaskan rapuhnya upaya perdamaian di tengah eskalasi kekerasan yang masih terus terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....