Kementerian Kebudayaan Usulkan Repatriasi Peninggalan Raden Saleh
- 01 Feb 2026 20:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Den Haag - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan mengusulkan repatriasi koleksi karya dan peninggalan Raden Saleh yang berada di Museum Naturalis, Belanda. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan hal ini dilakukan sebagai upaya pemulihan sejarah seni dan identitas budaya Indonesia.
Hal itu disampaikannya pada saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, Gouke Moes. Kegiatan ini menjadi untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Belanda di bidang kebudayaan.
"Terkait isu repatriasi, saya menyampaikan apresiasi atas pendekatan cultural and historical justice," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 31 Januari 2026. Pendekatan tersebut pernah dilakukan pemerintah Belanda dalam memulangkan koleksi Dubois yang saat ini telah dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.
Selain karya Raden Saleh, ia juga mengusulkan percepatan repatriasi terhadap 37 objek Warisan Budaya Bersifat Kebendaan (WBBK). Objek ini yang sebelumnya, telah memperoleh rekomendasi pengembalian dari Collonial Collection Committee (CCC).
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang arsip sejarah dan budaya. Khususnya pada pemanfaatan arsip Belanda yang berkaitan dengan sejarah dan Kebudayaan Indonesia.
Dalam hal ini, pemerintah Belanda menyambut baik inisiatif tersebut dengan semangat kolaborasi termasuk dalam digitalisasi arsip. Serta akses bersama, penelitian, restorasi film, pameran, hingga penguatan kapasitas.
"Dengan menjunjung pendekatan yang etis, inklusif, dan saling menghormati. Kerja sama ini diharapkan dapat melibatkan institusi seperti Eye Film Museum dan KITLV," ujarnya.
Sementara itu, Menbud Fadli juga menyoroti kegiatan International Film Festival Rotterdam (IFFR). Ia mengusulkan adanya kemungkinan penyelenggaraan "Indonesia Focus" atau "Indonesia Spotlight" pada edisi IFFR mendatang.
Dalam bidang perfilman dan audiovisual, kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama. Yaitu pada Ko-produksi Audiovisual Indonesia–Belanda yang telah ditandatangani pada 4 Desember 2024 lalu.
Kerja sama pengembangan talenta turut diperkuat melalui SAMASAMA Lab. Yang melibatkan Netherlands Film Fund (NFF), Manajemen Talenta Nasional (MTN), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI).
"Program ini dirancang untuk membangun ekosistem kreatif lintas negara yang berkelanjutan. Diantaranya melalui pengembangan proyek, pertukaran pengetahuan, dan jejaring profesional," ujar Gouke Moes.
Selain itu, Menbud Fadli menyampaikan permohonan dukungan kepada Kerajaan Belanda terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Komite Antar-Pemerintah UNESCO. Permohonan ini diajukan untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda periode mendatang, dengan pemilihan yang akan berlangsung pada Juni 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....