Film Karya Sineas Indonesia Meriahkan Festival Film Bulgaria

  • 30 Jan 2026 17:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Sofia - Film Indonesia berjudul “Solata” tampil di Menar Film Festival di Cinema House, Sofia, Bulagria pada Selasa, 27 Januari 2026. Ini merupakan pertama kalinya film “Solata” tampil di sebuah festival film internasional.

Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta, menegaskan Solata dipilih karena kekuatan ceritanya yang sederhana namun sarat makna. Film ini mengisahkan persahabatan anak-anak yang tumbuh dalam perbedaan budaya, agama, dan latar sosial namun saling mendukung.

“Film ini berbicara tentang persahabatan, solidaritas, dan harapan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan realitas Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, sekaligus menjadi pesan universal yang dapat diterima oleh siapa pun,” ujar Dubes Listi.

Ia juga menekankan lokasi pengambilan gambar film ini berada di lembah Ollon di Toraja, Sulawesi Selatan, yang menawarkan panorama alam luar biasa. Menurutnya, hal ini sekaligus menjadi pesan bahwa keindahan Indonesia tidak hanya terbatas pada Bali.

“Melalui Solata, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam. Toraja adalah salah satu contoh betapa luas dan kayanya lanskap Indonesia,” katanya menambahkan.

Dubes Listi menyebut, pemutaran “Solata” menjadi bagian dari upaya soft power diplomacy Indonesia di Bulgaria dengan media budaya perfilman. “Sekaligus menandai langkah awal film tersebut untuk menembus panggung perfilman internasional,” ujarnya.

Pemutaran film Solata dihadiri oleh kalangan diplomatik lintas negara serta kalangan non-diplomatik termasuk masyarakat umum. Pemutaran “Solata” mendapatkan reaksi positif dari para penonton yang mengaku terkesan dengan jalan cerita.

“Keunikan lain dari film Solata terletak pada para pemerannya, hampir seluruh pemain dalam film ini bukan aktor profesional, melainkan warga asli Toraja. Pendekatan ini memberikan nuansa autentik yang kuat dan memperdalam kedekatan emosional penonton dengan cerita yang disajikan,” kata Dubes Listi.

Menar Film Festival sendiri dikenal sebagai festival film non-kompetisi yang berfokus pada karya-karya dari kawasan Timur Tengah dan Afrika. Namun, Indonesia secara khusus diundang panitia, sebuah keputusan yang mencerminkan apresiasi terhadap kekuatan narasi dan nilai budaya yang diangkat dalam Solata.

Sebelum pemutaran film, KBRI Sofia juga menampilkan tarian empat etnis Sulawesi Selatan, yakni Toraja, Bugis, Mandar, dan Makassar. Para hadirin juga disuguhi hidangan khas Sulawesi Selatan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....