Akses Bantuan Gaza Membaik, Kondisi Anak Masih Memprihatinkan
- 28 Jan 2026 15:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Gaza — Gencatan senjata di Jalur Gaza telah membuka akses lebih luas bagi bantuan kemanusiaan dan membawa perbaikan pada ketahanan pangan. Namun, kondisi anak-anak di wilayah tersebut masih tetap mematikan dan sangat memprihatinkan, dilansir dari UN News, Rabu, 28 Januari 2026.
Hal ini disampaikan oleh dua pejabat senior Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dan Program Pangan Dunia (WFP). Hal ini disampaikan setelah mereka melakukan kunjungan sepekan ke Gaza dan Tepi Barat, yang kemudian disampaikan kepada para jurnalis.
Sejak gencatan senjata yang berlaku pada 10 Oktober, lebih dari 10.000 truk bantuan kemanusiaan telah berhasil masuk ke Gaza. Jumlah tersebut mencakup sekitar 80 persen dari seluruh kargo bantuan yang disalurkan.
UNICEF menyebut situasi ketahanan pangan kini mengalami perbaikan dan ancaman kelaparan berhasil dibalik. Sebagian besar keluarga setidaknya dapat makan sekali sehari, bahkan beberapa hingga dua kali.
Pasar-pasar di Gaza juga mulai kembali dipenuhi komoditas seperti sayuran, buah-buahan, ayam, dan telur. Sementara itu, anak-anak menerima perlengkapan rekreasi untuk membantu pemulihan trauma akibat perang berkepanjangan.
Di bidang layanan dasar, UNICEF dan mitranya telah menyediakan air bersih bagi lebih dari 1,6 juta orang. Mereka juga mendistribusikan selimut dan pakaian musim dingin kepada sekitar 700.000 warga.
Layanan perawatan intensif anak di Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza juga berhasil dipulihkan. Kampanye vaksinasi anak tahap kedua juga tengah berlangsung, dan jumlah fasilitas gizi yang didukung UNICEF kini mencapai 196 lokasi.
WFP melaporkan peningkatan besar dalam skala operasinya selama 100 hari terakhir. Mereka menjangkau lebih dari satu juta orang setiap bulan dengan bantuan pangan penuh.
WFP menyajikan sekitar 400.000 makanan setiap hari dan mendistribusikan camilan sekolah kepada sekitar 230.000 anak di 250 pusat pembelajaran sementara. WFP juga menyediakan layanan logistik bersama bagi organisasi kemanusiaan lain serta menyalurkan bantuan tunai kepada sekitar 60.000 rumah tangga.
Meski demikian, situasi di Gaza masih jauh dari aman, terutama bagi anak-anak. Lebih dari 100 anak dilaporkan tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, sementara sekitar 100.000 anak masih mengalami kekurangan gizi akut.
Sekitar 1,3 juta orang, banyak di antaranya anak-anak, masih membutuhkan tempat tinggal yang layak. Suhu dingin ekstrem dilaporkan telah menyebabkan kematian sedikitnya 10 anak selama musim dingin ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....