Rusia, Ukraina, dan AS Gelar Pembicaraan Damai

  • 24 Jan 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Abu Dhabi — Negosiator Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan trilateral di Uni Emirat Arab. Ini merupakan pertemuan pertama ketiga negara sejak invasi besar-besaran Rusia hampir empat tahun lalu, dilansir dari BBC News.

Pejabat AS mengatakan, pembicaraan tersebut “produktif” dan akan berlanjut pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan terlalu dini untuk menarik kesimpulan dari pertemuan ini.

Pertemuan trilateral ini mengikuti pertemuan panjang antara Presiden Vladimir Putin dan utusan AS di Moskow, yang menurut Rusia dianggap “berguna”. Meski demikian, isu wilayah tetap menjadi titik krusial.

Rusia menuntut Ukraina menyerahkan 25 persen wilayah Donetsk yang masih dikuasai Kyiv. Zelensky mengatakan, perwakilannya melaporkan hasil pembicaraan setiap jam, menekankan bahwa Rusia harus siap mengakhiri perang yang dimulainya sendiri.

Posisi Ukraina sudah jelas, dan kerangka dialog telah ditetapkan untuk delegasi. Zelenskyy mengatakan, akan menunggu perkembangan percakapan besok sebelum menarik kesimpulan.

Bulan lalu, ia mengatakan, rencana AS 20 poin untuk mengakhiri perang sudah 90 persen siap. Donbas menjadi salah satu isu yang belum terselesaikan.

Zelensky menawarkan menarik pasukan hingga 40 km dari Donbas jika Rusia melakukan hal yang sama. Proposal AS adalah menciptakan zona ekonomi demiliterisasi di Donbas sebagai imbalan jaminan keamanan bagi Ukraina.

Delegasi Ukraina di Abu Dhabi dipimpin oleh Rustem Umerov, bersama Kyrylo Budanov dan negosiator David Arakhamia. Kepala staf umum Andrii Hnatov dijadwalkan bergabung pada hari Sabtu.

Di pihak Rusia, delegasi dipimpin oleh Jenderal Igor Kostyukov, direktur badan intelijen militer GRU. Sementara itu, utusan investasi Kirill Dmitriev bertemu Steve Witkoff untuk membahas isu ekonomi.

Perwakilan AS termasuk Witkoff dan Jared Kushner, yang sebelumnya bertemu Putin dan dua pejabat Rusia pada Kamis, 22 Januari 2026. Penasihat Kremlin Yuri Ushakov menyebut pertemuan konstruktif, tetapi menegaskan bahwa kesepakatan damai hanya mungkin jika isu wilayah terselesaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....