Di WEF Davos, Presiden Prabowo Cerita Haru Warga Terima Papan Interaktif Digital

  • 23 Jan 2026 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Davos- Pesiden Prabowo Subianto mengaku terharu menerima laporan warga desa yang bersyukur atas bantuan papan interaktif digital di sekolah mereka. Kisah tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Presiden menceritakan antusiasme siswa, guru, dan warga desa pada pekan pertama pelaksanaan program digitalisasi pendidikan. Menurutnya, kehadiran papan interaktif digital menjadi pengalaman baru yang menyentuh bagi masyarakat setempat.

Ia menyebut, selama ini pemerintah pusat nyaris tidak pernah menghadirkan bantuan signifikan ke desa tersebut. Kondisi itu membuat guru, siswa, dan warga terharu hingga meneteskan air mata saat fasilitas terpasang.

“Kami menerima banyak pesan: ‘Pak Presiden, sepanjang sejarah desa ini, kami tidak pernah merasa pemerintah pusat mengetahui keberadaan kami,’” kata Presiden. “Baru kali ini kami merasa pemerintah pusat peduli, hadir di desa kami, dan membantu mendidik anak-anak kami.”

Bagi Presiden, program papan interaktif digital bukan sekadar upaya digitalisasi pendidikan. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Menurutnya, ketertinggalan pendidikan berpotensi menghambat stabilitas dan kemajuan sebuah negara.

“Ketertinggalan pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang dapat berharap stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf," ucap Presiden dengan tegas.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo memastikan program digitalisasi pendidikan akan diperluas secara masif mulai tahun ini. Pemerintah menargetkan penambahan satu juta panel interaktif digital di sekolah-sekolah.

Pada tahap awal, setiap sekolah ditargetkan memiliki tiga hingga empat ruang kelas dengan fasilitas digital tersebut. Presiden juga menargetkan pemerataan infrastruktur pembelajaran digital dalam tiga tahun ke depan.

“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital,” ucapnya. Presiden Prabowo menilai hal tersebut akan memungkinkan pemantauan langsung kualitas pengajaran dan respons siswa di seluruh Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....