Karantina Kalbar Dukung Ekspor Perdana 343,5 Ton Kratom

  • 30 Sep 2025 17:17 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat (Kalbar), melaksanakan pelepasan perdana ekspor komoditas unggulan Kratom (Mitragyna speciosa) bagian dari program Akselerasi Ekspor, di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Selasa (30/9/2025). Kegiatan monumental ini menegaskan peran strategis karantina sebagai fasilitator perdagangan internasional (Economic Tools).

Pelepasan perdana ini mencatat total volume ekspor 343,5 Ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp15.482.112.000,00. Seluruh volume ekspor perdana ini ditujukan ke India.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara petani, asosiasi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Dia menekankan bahwa Badan Karantina Indonesia memiliki peran strategis sebagai fasilitator perdagangan internasional.

"Saya dan segenap jajaran Badan Karantina Indonesia mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan Akselerasi Ekspor ini. Sebagai Economic Tools, Badan Karantina Indonesia memiliki peran strategis sebagai fasilitator perdagangan internasional melalui penerbitan sertifikasi ekspor yang diakui secara global. Fungsi ini memberikan jaminan mutu yang membangun kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia," ujar Kepala Badan Karantina Indonesia.

Kepala Balai Karantina Kalbar, Amdali Adhitama menjelaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari upaya ketat Karantina dalam memastikan komoditas ekspor telah memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari global.

"Pelepasan ekspor perdana Kratom sebanyak 343,5 Ton ke India ini merupakan bukti komitmen kami di tingkat Balai dalam memastikan komoditas unggulan daerah telah memenuhi persyaratan Phytosanitary Certificate yang berlaku. Yang membanggakan, Kratom Indonesia diterima di India tanpa import permit, menunjukkan kepatuhan dan kualitas produk kita," ujar Amdali.

Pelepasan ekspor ini sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekspor Kalbar. Berdasarkan data yang diambil dari aplikasi Best Trust, total volume ekspor pada tahun 2024 sebanyak 805.652 ton dan tahun 2025 menunjukkan capaian signifikan hingga bulan September total volume ekspor sebanyak 1.219.574 ton. Munculnya Kratom sebagai komoditas ekspor baru yang signifikan di tahun 2025 menandakan momentum kebangkitan ekspor Kalbar.

Pelepasan perdana ekspor Kratom ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para pelaku usaha di Kalbar untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk agar senantiasa berdaya saing global.

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalbar akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga standar kesehatan, keamanan hayati, dan kelayakan ekspor. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa setiap produk yang keluar dari Indonesia adalah produk strategis yang terjamin mutu dan keamanannya, serta mampu meningkatkan devisa negara secara berkelanjutan.

Karantina Kalbar berkomitmen penuh untuk terus mendampingi dan memfasilitasi setiap potensi ekspor demi mewujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera. (oki)

Baca juga: Ratusan Ton Kratom Kalbar Diekspor ke India

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....