Jadwal Orientasi Siswa Baru Sekolah Rakyat Diundur

  • 14 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MPLS di SRT 40 Indramayu ditunda dari 14 Juli menjadi 31 Juli 2026 karena prasarana belum siap sepenuhnya.
  • Program Sekolah Rakyat asrama ditujukan untuk anak yatim dan keluarga Desil 1-2 (golongan paling rentan) yang kesulitan mengakses pendidikan formal reguler.
  • Pihak sekolah menekankan bahwa memulai kegiatan dengan fasilitas yang tidak lengkap berisiko tinggi terhadap kenyamanan dan keamanan fisik siswa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada institusi pendidikan asrama bagi golongan pinggiran resmi ditunda ke gelombang kedua. Keputusan tersebut dibuat oleh deretan pengurus setelah mengamati secara langsung situasi pembangunan fisik gedung yang belum sepenuhnya tuntas.

"Semuanya berencana tanggal 14, kemudian survei ke lapangan, masih ada prasarana yang belum siap. Sehingga sepakat dengan VIP dan Pemda ambil gelombang kedua 31 Juli," ujar Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40 Indramayu, Mardiani S. Pd. dalam perbincangan bersama PRO3 RRI pada Selasa, 7 Juli 2026.

Pihak sekolah menekankan pentingnya kesiapan logistik pokok karena sistem pembelajaran di instansi tersebut mengharuskan semua pelajar untuk menetap. Menurut Mardiani, realisasi utilitas dasar, seperti stok air bersih dan listrik menjadi tolok ukur penting kepantasan ruang kelas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa desakan kegiatan di tengah kekurangan fasilitas berisiko tinggi terhadap perlindungan fisik para siswa. "Jangan dipaksakan agar anaknya datang, karena menyangkut kenyamanan dan keamanan siswa, kalau tidak lengkap, nanti siswanya tidak nyaman," ucap Mardiani.

Selanjutnya, Perwakilan Kelompok Kerja (

Pokja) Sekolah Rakyat Sampang, Rohman Rohim, menyatakan hal sama terkait pentingnya standarisasi asrama. Rohim menjelaskan bahwa koordinasi mendalam bersama Sekretaris Daerah menghasilkan keputusan untuk memastikan tempat tinggal anak-anak harus sangat siap.

Rohim memaparkan bahwa program ini ditujukan kepada rakyat kelas rentan yang selama ini kesusahan mendapatkan pendidikan formal reguler. "Anak yatim paling bawah, Desil 1 dan 2 dan itu yang menjadi konsennya di sekolah rakyat," kata Rohim, mendeskripsikan target utama.

Melewati standarisasi kurikulum masa pengenalan selama sembilan belas hari, pihak pengurus optimis dapat mewujudkan nilai-nilai sifat kepemimpinan kuat. Penyusunan pemikiran ini diharapkan mampu membantu anak muda lepas dari perangkap kemiskinan struktural dan mandiri di masa mendatang.

(Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....