Legislator Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Digital untuk Perkuat Persatuan

  • 08 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Elita Budiati mengajak masyarakat semakin bijak menggunakan media digital dengan mengedepankan kecakapan, keamanan, etika, dan tanggung jawab. Menurutnya, budaya bermedia digital yang sehat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat persatuan dan mendukung kemajuan Indonesia.

Hal itu disampaikan Elita saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Budaya Bermedia Digital” yang digelar Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis, 30 Juli 2026.

Elita mengatakan transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Komunikasi, pendidikan, pekerjaan, perdagangan hingga partisipasi sosial kini semakin bergantung pada teknologi digital.

Namun, tingginya penggunaan internet juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi. Berbagai persoalan seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, penipuan daring, judi online, perundungan siber hingga pelanggaran privasi masih ditemukan di ruang digital.

“Budaya bermedia digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab demi kemaslahatan bersama,” ujar Elita. Karena itu, Elita menilai pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan budaya digital masyarakat.

Akses internet, kata dia, harus diikuti kemampuan untuk memilah informasi, melakukan verifikasi, menjaga keamanan data pribadi, serta berkomunikasi secara etis. “Bijak bermedia digital, kuatkan persatuan, majukan Indonesia,” katanya.

Elita menjelaskan, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang disampaikan dalam materi sosialisasi, penetrasi internet Indonesia pada periode 2024–2025 mencapai sekitar 79,5 persen atau lebih dari 221 juta pengguna.

Besarnya jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa ruang digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi pengguna yang kritis dan bertanggung jawab.

Menurut Elita, transformasi digital sebenarnya memiliki peluang besar untuk mendukung pembangunan nasional. Di sektor pendidikan, teknologi dapat memperluas akses pembelajaran.

Sementara di bidang ekonomi, digitalisasi membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar melalui marketplace dan media sosial. Digitalisasi juga dapat mendorong inovasi, ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja baru serta meningkatkan kecepatan dan transparansi pelayanan publik.

Namun, berbagai peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi risikonya. Penyebaran informasi palsu dapat memengaruhi opini publik, konten provokatif dapat memperbesar polarisasi, sedangkan penipuan digital dan ancaman terhadap keamanan data semakin berkembang.

“Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan manfaat justru digunakan untuk menyebarkan kebencian, melakukan penipuan atau merugikan orang lain,” kata Elita. Dalam membangun masyarakat digital yang berkualitas, Elita menekankan empat pilar utama, yakni kecakapan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya. Kebiasaan melakukan verifikasi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Elita menilai perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak dan remaja yang menjadi kelompok aktif pengguna media digital. Mereka perlu mendapatkan pemahaman mengenai keamanan data, etika berkomunikasi, bahaya cyberbullying, serta cara menyikapi konten yang beredar di media sosial.

Menurutnya, menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan masyarakat yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menggunakan teknologi sesuai nilai-nilai Pancasila.

“Transformasi digital harus menghasilkan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan. Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, bukan menjadi sumber perpecahan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Satuan Pemeriksaan Intern BAKTI Komdigi Muhammad Arya Prasaja turut memaparkan Cetak Biru Budaya Digital. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika, pola pikir, dan perilaku masyarakat ketika berinteraksi di ruang digital.

Sementara itu, Aktivis Perempuan Resti M.P.P.S., S.E., mengingatkan besarnya pengaruh konten digital terhadap kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, fenomena konten viral, hoaks, kecerdasan buatan, cyberbullying hingga polarisasi dapat memengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat apabila tidak disikapi secara kritis.

Melalui Sosialisasi Merajut Nusantara, Elita berharap kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi semakin meningkat. Setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan, menurutnya, memiliki konsekuensi terhadap diri sendiri maupun lingkungan sosial.

“Jadilah pengguna digital yang cakap, aman, etis dan produktif. Mari gunakan ruang digital untuk memperkuat persatuan dan bersama-sama memajukan Indonesia,” kata Elita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....