Dampak Positif Kehadiran Jaringan Internet di Desa Bainaa Barat
- 12 Agt 2026 18:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kehadiran dari jaringan akses layanan internet kini telah membawa dampak perubahan yang sangat besar bagi seluruh masyarakat di wilayah 3T. Kepala Desa Bainaa Barat Yuslan bercerita soal kondisi desa sejak awal proses pemekaran.
Hal ini disampaikan dalam diskusi bertema 'BAKTI Media Connect 2026: Memeratakan Akses Informasi ke Penjuru Negeri'. Acara digelar di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia bercerita bahwa Desa Bainaa Barat yang terletak di Sulawesi Tengah ini merupakan hasil pemekaran Desa Bainaa yang berlokasi di daerah area kawasan pegunungan. Yuslan merinci jumlah penduduk 1.411 jiwa, kemudian jumlah KK 417.
Ia menyampaikan sebelum ada jaringan internet masuk ke wilayah desa ini kondisi kehidupan para warga desa terasa sangat memprihatinkan sekali. "Dulu jika ada keluarga sakit harus pergi jalan 30 kilo naik ke gunung baru tahu," ucapnya.
Mata pencaharian utama dari warga masyarakat di wilayah kawasan Desa Bainaa Barat adalah sebagai petani atau juga pekebun. Yuslan mengungkapkan bahwa hasil pertanian ada cengkeh kemudian kelapa, hingga kemiri serta tanaman lain.
Para pembeli atau tengkulak sering membohongi para petani desa dengan menurunkan harga jual komoditas hasil perkebunan secara sepihak. "Mereka tidak tahu karena tidak bisa mereka mengakses informasi tentang perkembangan harga pasar penjualan produk," kata dia.
Namun, kondisi tersebut mulai mengalami perubahan drastis setelah adanya program fasilitas jaringan BTS dari pihak BAKTI masuk ke desa. "Mereka sudah bisa tidak dibohongi lagi oleh para pembeli tengkulak yang datang ke desa kami," kata dia.
Aktivitas para pelaku usaha mikro kecil menengah di wilayah setempat kini juga semakin berkembang maju lewat media sosial. "Foto diposting kemudian dikirim di media sosial mereka yang membaca lalu memesan produk dagangan tersebut," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....