Teknologi Digital Dinilai Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- 17 Jun 2026 13:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono menegaskan bahwa ketahanan pangan saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai produksi pertanian. Tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan transformasi digital, perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, hingga ketahanan nasional.
Menurut Dave, dunia saat ini menghadapi tantangan besar berupa meningkatnya kebutuhan pangan global. Perubahan iklim yang mengganggu produktivitas pertanian, serta tingginya kehilangan hasil pangan akibat rantai distribusi yang belum efisien.
“Transformasi digital harus menjadi fondasi baru dalam pembangunan sektor pangan Indonesia. Teknologi memungkinkan pertanian menjadi lebih presisi, lebih efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Dave dalam Webinar Literasi Digital bertema “Ketahanan Pangan”, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), sensor pertanian, sistem irigasi otomatis, pemantauan cuaca berbasis data. Hingga platform pemasaran digital dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus memperluas akses pasar.
Dave menambahkan, digitalisasi sektor pangan juga akan memperkuat kemampuan pemerintah dalam memantau ketersediaan stok pangan nasional. Sehingga kebijakan dapat diambil secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Namun, ia menekankan keberhasilan transformasi digital di sektor pangan membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang merata. Infrastruktur hingga wilayah pedesaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya petani dan pelaku usaha pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal menghasilkan pangan sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana memastikan masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup, aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Teknologi harus hadir sebagai alat pemberdayaan yang meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan bangsa,” katanya.
Webinar tersebut turut menghadirkan Dr. Anton Zulkarnain Sianipar, M.Pd., selaku dosen dan peneliti, serta Hendri Suwarsono, M.Si., sebagai akademisi. Kegiatan dipandu moderator Wirananda Goemilang dan MC Azizah, serta dimeriahkan penampilan Happy Monday Band.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....