Namanya Beredar di Sosial Media, Uya Kuya: Astagfirullah Fitnah Apalagi Ini

  • 11 Jun 2026 18:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI yang juga artis, Surya Utama alias Uya Kuya, mengaku kaget setelah namanya beredar di media sosial sebagai salah satu dari 24 nama yang disebut terlibat dalam kasus di Badan Gizi Nasional (BGN). Uya menyebut kabar tersebut sebagai fitnah yang kembali menerpa dirinya setelah sebelumnya ia juga dikaitkan dengan isu kepemilikan 75 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Astagfirullah, berita apa lagi ini?" kata Uya kepada wartawan, Kamis, 11 Juni 2026. Ia menegaskan kabar sebelumnya mengenai dirinya memiliki dapur MBG tidak benar karena dirinya tidak memiliki satu pun dapur program tersebut.

"Baru dua bulan yang lalu saya kena gosip berita hoax punya 750 dapur MBG, padahal satu dapur pun saya gak punya," ujarnya. Menurut Uya, dirinya kembali menjadi sasaran pemberitaan yang tidak berdasar dan mempertanyakan alasan namanya selalu dikaitkan dengan isu tertentu.

"Memangnya kalau tidak bawa nama saya tidak ramai begitu ya?" katanya. Uya mengatakan dirinya telah beberapa kali menghadapi tuduhan palsu hingga berdampak kepada kehidupan pribadi dan keluarganya.

Ia mengungkapkan bahwa tahun lalu dirinya juga mengalami serangan akibat hoaks yang beredar di masyarakat. "Video-video lama saya dijahit dan ditambahi tulisan-tulisan yang seolah-olah menghina masyarakat, padahal saya tidak pernah bicara sedikitpun saat itu," katanya.

Menurutnya, potongan video tersebut membuat banyak orang salah memahami pernyataannya. Akibatnya, rumahnya sempat dijarah massa dan keluarganya mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Ia menyebut hingga kini rumahnya belum sepenuhnya selesai diperbaiki setelah kejadian tersebut berlangsung selama sekitar 10 bulan. Meski mengalami berbagai kerugian, Uya memilih menghadapi situasi tersebut dengan sabar, ikhlas, dan tawakal.

Ia percaya setiap kejadian memiliki hikmah dan rencana terbaik dari Tuhan untuk dirinya serta keluarganya. "Tapi kejadian-kejadian kemarin membuat saya lebih ikhlas, sabar, dan tawakal menghadapi fitnah apapun," katanya.

Uya berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Ia juga mengingatkan agar setiap informasi yang muncul perlu dikonfirmasi terlebih dahulu sebelum dipercaya.

Dalam berbagai peristiwa yang dialaminya, Uya berpesan agar kasus hukum tidak dikaburkan dengan menyeret nama pihak yang tidak berkaitan. Ia meminta agar persoalan korupsi tetap fokus pada inti perkara dan tidak berkembang menjadi polemik baru di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengungkapan kasus harus dilakukan secara objektif berdasarkan fakta dan proses hukum yang berlaku. "Jangan sampai masalah kasus korupsi yang sebenarnya dikaburkan dengan sengaja menyeret nama-nama tokoh atau orang-orang yang tidak ada korelasinya dengan inti kasus," ucapnya.

Uya menilai kondisi tersebut dapat membuat perhatian publik bergeser dari persoalan utama. Ia juga mengingatkan agar kasus korupsi tidak berubah menjadi isu politik yang dapat memicu perdebatan di masyarakat.

"Sebagai anggota DPR khususnya Komisi IX saya hanya menjalankan tugas saya meneruskan aduan, aspirasi, serta usulan masyarakat kepada para pimpinan BGN," terangnya. Ia menegaskan tugas tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

Sebelumnya, beredar informasi mengenai sejumlah pejabat negara, anggota DPR RI, hingga aparat penegak hukum yang disebut dalam isu kasus MBG. Isu tersebut muncul setelah Kejaksaan Agung menetapkan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya sebagai tersangka.

Dua wakil tersebut yakni Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Penetapan tersangka terhadap ketiganya dilakukan selang satu hari setelah mereka dicopot dari posisi pimpinan BGN.

Perkembangan kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan program MBG. Uya berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Ia mengajak publik untuk menunggu proses hukum berjalan dan menghormati setiap tahapan yang dilakukan aparat penegak hukum. Menurutnya, kebenaran harus dibuktikan melalui fakta, bukan berdasarkan isu atau kabar yang beredar.

Ia pun menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI sesuai amanah yang diberikan masyarakat. Uya menegaskan dirinya akan terus bekerja dan menghadapi setiap persoalan dengan sikap tenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....