Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Pasar Baru UMKM Desa

  • 21 Apr 2026 12:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai agregator, konsolidator, dan pembuka akses pasar bagi UMKM desa.
  • Lebih dari 83 ribu koperasi sudah terbentuk, dengan puluhan ribu dalam tahap pembangunan fisik dan ditargetkan beroperasi bertahap.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah mengatakan koperasi tersebut dirancang sebagai off-taker, agregator, dan konsolidator produk UMKM. Peran ini diharapkan mampu menjawab kendala pemasaran yang selama ini dihadapi pelaku usaha.

“Pak Presiden Prabowo secara langsung menginisiasi hadirnya Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya koperasi ini menjadi off-taker, agregator dan juga konsolidator untuk barang-barang, produk-produk hasil UMKM desa-desa di seluruh Indonesia,” kata Farida dalam dialog bersama Pro3 RRI, Selasa 21 April 2026.

Kehadiran koperasi di setiap desa diharapkan menciptakan pasar baru bagi masyarakat. Jaringan yang luas memungkinkan produk UMKM dipasarkan lebih optimal.

Selain itu, koperasi juga akan menjadi etalase produk UMKM lokal. Produk yang dihasilkan warga dapat langsung dipasarkan di lingkungan sendiri.

Sistem antar koperasi yang saling terhubung membuka peluang distribusi lintas daerah. Hal ini memungkinkan produk desa menjangkau pasar yang lebih luas.

“Jadi dengan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih ini yang jumlahnya 80 ribu di setiap desa dan kelurahan. Kita berharap 80 ribu jaringan Koperasi Merah Putih ini bisa menjadi pasar dan ruang baru bagi produk-produk UMKM,” katanya.

Farida menyebut, hingga 2025 telah terbentuk lebih dari 83 ribu koperasi secara kelembagaan. Struktur organisasi seperti pengurus dan anggota juga sudah terbentuk di masing-masing wilayah.

“Tahun 2025 tahapan pembentukan badan hukum dan kepengurusan. Jadi sudah ada 83 ribu di desa dan kelurahan yang secara badan hukum kelembagaan kooperasinya ini sudah terbentuk,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah tengah mendorong pembangunan fisik koperasi. Sekitar 35 ribu titik sedang dalam proses pembangunan dengan progres yang bervariasi.

“Pak Presiden memerintahkan agar setiap Koperasi Desa Merah Putih yang jumlahnya 80 ribu ini difasilitasi gedung, pergudangan dan kelengkapannya. Sekarang kita masuk pada tahap pembangunan fisiknya, sudah 35 ribu titik yang hari ini proses pembangunan,” ucap Farida.

Ia menargetkan sekitar 30 ribu koperasi bisa selesai dan mulai beroperasi pada Agustus mendatang. Kehadiran fasilitas ini diyakini mempercepat aktivitas ekonomi di desa.

“Ada yang 20 persen, 30 persen, 50 persen, ada yang sudah 100 persen pembangunannya selesai, itu sekitar angka 4.500an. Kita harapkan hari ini untuk 30 ribunya nanti bisa bangunannya selesai dan bisa dioperasionalisasikan di bulan Agustus nanti,” katanya.

Farida menambahkan, koperasi ini juga membuka ruang usaha yang beragam. Mulai dari sembako, logistik, pergudangan, hingga layanan pembiayaan mikro.

“Mereka secara mandiri sudah memulai usaha di kooperasinya. Ada yang jual sembako, ada yang jadi supplier sayur di MBG-SPPG ada yang menyediakan jual-beli pupuk, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....