Anggota DPR Minta Pelatih Timnas Indonesia Dievaluasi

  • 13 Okt 2025 15:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi XIII DPR RI Raja Faisal Manganju Sitorus menyoroti kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, hasil tersebut harus menjadi evaluasi serius Kemenpora dan PSSI, khususnya kinerja tim pelatih yang dipimpin Patrick Kluivert.

“Pemain-pemain kita saat ini sudah sangat berkualitas. Banyak dari mereka bermain di klub-klub ternama Eropa dan terbukti memiliki kemampuan luar biasa,” ujar Raja Faisal di Jakarta. 

“Dengan kualitas seperti itu, seharusnya hasil yang kita dapatkan jauh lebih baik,” katanya. Indonesia gagal lolos setelah kalah semua dalam laga Grup B kualifikasi putaran keempat.

Ia menegaskan evaluasi menyeluruh terhadap tim kepelatihan menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi. Menurutnya, semangat dan pengorbanan para pemain naturalisasi tidak boleh sia-sia hanya karena kesalahan strategi serta manajemen teknis di lapangan.

“Para pemain naturalisasi ini datang dengan niat tulus. Mereka berani berkorban, bermain dengan darah dan hati untuk Indonesia,” kata legislator Dapil Jawa Tengah I tersebut. “Pemerintah dan federasi tidak boleh menyia-nyiakan semangat itu.”

Sebagai anggota Komisi XIII yang membidangi olahraga, Raja Faisal mengingatkan pembinaan prestasi olahraga nasional tidak bisa bergantung pada nama besar pelatih asing. Ia menilai diperlukan sistem yang kuat, evaluasi objektif, dan keberanian mengambil keputusan tegas demi kepentingan bangsa.

“Sudah saatnya PSSI dan Menpora melakukan evaluasi total. Jika strategi kepelatihan tidak efektif, harus ada langkah konkret untuk memperbaikinya,” ujarnya. “Kita sudah memiliki pemain hebat — tinggal bagaimana memaksimalkan potensi mereka dengan manajemen tim yang tepat.”

Sementara Patrick Kluivert melalui unggahan di Instagram, mengungkapkan kesedihan gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Dua pertandingan melawan Arab Saudi dan Irak harus berakhir dengan kekalahan.

“Kekalahan melawan Arab Saudi dan Irak adalah pelajaran pahit, tetapi juga pengingat betapa tingginya impian kita bersama. Sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab penuh,” begitu Patrick Kluivert menuliskan pernyataan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....