80 Tahun Merdeka, Ketimpangan Pendidikan Masih Terjadi
- 15 Agt 2025 06:43 WIB
- Pontianak
KBRN, Jakarta: Meski Indonesia telah menapaki delapan dekade kemerdekaan, ketimpangan pendidikan masih terjadi. Di balik gegap gempita perayaan kemerdekaan, fakta menunjukkan akses dan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia belum merata.
“Data BPS menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk jenjang SD sangat tinggi, namun menurun drastis di jenjang yang lebih tinggi, khususnya di pendidikan tinggi. Ini menunjukkan bahwa masih banyak anak bangsa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema HUT RI Menjadi Momen Semangat Persatuan Membangun Indonesia Emas 2025 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Lalu menyebut tantangan pendidikan bukan hanya soal akses sekolah dasar, tetapi juga keberlanjutan hingga perguruan tinggi. Bahkan, rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas hanya 9,22 tahun, setara level SMP. “Artinya mayoritas masyarakat kita belum menyelesaikan pendidikan setingkat SMA,” ujarnya.
Ketimpangan semakin mencolok ketika menengok wilayah timur Indonesia. “Di Papua Pegunungan, rata-rata lama sekolah penduduk hanya 5,10 tahun. Artinya, banyak penduduk di sana yang belum tamat SD. Ini adalah PR besar bagi kita semua,” tegas politisi PKB tersebut.
Untuk menutup kesenjangan ini, Lalu mendesak reformasi pendidikan secara menyeluruh. Ia menggarisbawahi tiga langkah strategis, yakni memperluas akses hingga SMA dan perguruan tinggi melalui beasiswa dan infrastruktur, meningkatkan kualitas kurikulum dan guru agar relevan dengan tuntutan abad 21, serta melibatkan komunitas lokal untuk menjaga semangat anak-anak bersekolah.
“Pendidikan adalah batu loncatan ke depan, bukan rantai yang terus mengikat. 80 tahun Indonesia merdeka berarti memastikan seluruh anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi secara maksimal untuk negara tercinta ini,” tutupnya.
Sumber: Parlementaria
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....