Trade Corpu Disiapkan untuk Tingkatkan Kompetensi ASN Kemendag

  • 02 Sep 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan Trade Corporate University (Trade Corpu) sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetensi ASN Kementerian Perdagangan.
  • Trade Corpu dikembangkan dengan menyesuaikan kurikulum terhadap kebutuhan program perdagangan nasional dan dapat merujuk pada tiga program utama Kemendag.
  • Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan cetak biru pengembangan sumber daya manusia perdagangan menuju target Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Trade Corporate University (Trade Corpu) disiapkan untuk mendukung peningkatan kompetensi ASN Kementerian Perdagangan. Pengembangan kompetensi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan program perdagangan Kemendag.

Budi menyampaikan hal itu saat peluncuran cetak biru pengembangan sumber daya manusia perdagangan menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corpu Kemendag. Menurutnya, tiga program utama Kemendag dapat menjadi referensi untuk menentukan kompetensi, materi ajar, dan dosen.

“Kita ada tiga program di Kementerian Perdagangan. Nah ini nanti mungkin bisa menjadi referensi atau masukan Bapak-Ibu kira-kira kompetensi apa yang diperlukan,” ujar Budi di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Program pertama Kemendag adalah pengamanan pasar dalam negeri. Budi menjelaskan program itu mencakup pengelolaan kebijakan impor dan penerapan aturan trade remedies sesuai ketentuan WTO.

“Yang pertama kita mempunyai program namanya pengamanan pasar dalam negeri. Ya jadi bagaimana pasar kita yang besar ini diisi oleh produk-produk kita,” kata Budi.

Ia menerangkan, pengamanan pasar juga berkaitan dengan peningkatan daya saing produk dalam negeri. Menurutnya, daya saing diperlukan untuk mencegah masuknya barang yang sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri.

Program kedua Kemendag adalah perluasan pasar ekspor. Budi menjelaskan akses pasar ekspor tidak mudah tanpa adanya perjanjian dagang.

“Dan kita sudah mempunyai perjanjian dagang yang implementasi itu 25. Kemudian yang dua sekarang proses ratifikasi, dan yang 13 sekarang sedang proses negosiasi,” ucap Budi.

Budi menjelaskan perluasan pasar ekspor membutuhkan sumber daya manusia yang baik. Ia juga menyebut perlunya menciptakan negosiator perdagangan yang baik.

Program ketiga mengusung konsep dari lokal untuk global. Dalam program tersebut, Kemendag memfasilitasi UMKM untuk ekspor dengan menghubungkannya kepada perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Yang pertama UMKM BISA Ekspor. Jadi kita memfasilitasi UMKM itu bisa ekspor dengan disambungkan ke perwakilan kita yang di luar negeri,” ujar Budi.

Selain UMKM, Kemendag juga mendorong desa agar mampu melakukan ekspor. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan dan business matching dengan perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Yang bisa ekspor tidak hanya dari kota. Tapi dari desa juga harus bisa ekspor,” kata Budi.

Kemendag juga mengembangkan program campuspreneur untuk mendorong generasi muda menjadi wirausahawan. Budi menyebut Kemendag telah bekerja sama dengan lebih dari 20 kampus untuk memberikan pelatihan dan mencarikan buyer.

“Kita sudah kerja sama lebih dari 20 kampus, kita pelatihan dan kemudian kita carikan buyer. Dan sudah ada Pak, mahasiswa kita yang sudah ekspor,” ucap Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....