Menteri Trenggono Upacara HUT RI Bersama Nelayan di Konawe

  • 17 Agt 2026 09:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya, Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin 17 Agustus 2026.
  • Upacara berlangsung dengan tema 'Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur' dan menampilkan doa bersama untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 pada 15 Agustus 2026.
  • Kegiatan perayaan kemerdekaan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendekatkan diri kepada komunitas nelayan dan memberikan dukungan kepada daerah yang terdampak bencana alam.

RRI.CO.ID, Konawe - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama nelayan di Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya. Kegiatan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Upacara berlangsung khidmat dan diisi doa bersama bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Doa tersebut ditujukan bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 pada 15 Agustus 2026.

“Setelah 81 tahun merdeka, masih terdapat nelayan yang belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan,” ujar Trenggono.

Trenggono mengatakan peningkatan kesejahteraan nelayan harus berjalan bersama penguatan sektor perikanan. Sektor tersebut menjadi sumber protein nasional sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghadirkan fasilitas perikanan terintegrasi melalui program KNMP. Program tersebut diarahkan meningkatkan produktivitas, nilai tambah, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan.

“Jika petani membutuhkan irigasi untuk meningkatkan produktivitas, maka nelayan membutuhkan dermaga yang layak, tempat pendaratan ikan. Lalu fasilitas rantai dingin, cold storage, pabrik es, dan sarana dasar produksi lainnya,” ujarnya.

Sejumlah fasilitas perikanan telah tersedia di KNMP Sorue Jaya. Fasilitas tersebut mencakup cold storage, pabrik es portabel, shelter pendaratan ikan, dan dermaga.

Keberadaan fasilitas tersebut telah meningkatkan produktivitas perikanan di wilayah tersebut. Sebanyak delapan ton ikan hasil tangkapan nelayan Sorue Jaya telah dikirim ke luar kota.

Ikan yang dikirim tersebut bahkan memiliki kualitas ekspor. Capaian itu menunjukkan dukungan infrastruktur dan akses pasar dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.

Terlebih, sekitar 90 persen warga Desa Sorue Jaya menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan. Pemerintah berharap kawasan nelayan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin kampung-kampung nelayan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

KKP telah membangun 100 KNMP pada 2025. Pada 2026, KKP menargetkan pembangunan 1.269 KNMP.

Pemerintah menargetkan pembangunan mencapai 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia pada akhir 2029. Selain KNMP, KKP menjalankan lima program prioritas sektor kelautan dan perikanan.

Program tersebut mencakup budi daya ikan tematik berbasis desa dan revitalisasi budidaya ikan Pantura Jawa. Program lainnya adalah pembangunan budidaya udang terintegrasi, modernisasi kapal perikanan, dan pengembangan kawasan sentra industri garam nasional.

Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di KNMP Sorue Jaya juga diisi pemberian bantuan. Sebanyak 4.000 paket produk perikanan dan sembako diberikan kepada masyarakat Kecamatan Soropia.

Selain itu, KKP memberikan bingkisan perlengkapan sekolah kepada 45 siswa SDN Tapulaga. Kegiatan juga diisi penanaman 17 pohon pule untuk penghijauan lingkungan KNMP.

Rangkaian kegiatan turut menampilkan bazar UMKM produk kelautan dan perikanan. Persembahan seni dan budaya daerah juga melibatkan pelajar serta anak-anak nelayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....