Kementerian Ekraf Petakan Potensi Tanimbar untuk Buka Lapangan Kerja

  • 12 Agt 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekraf petakan potensi Tanimbar untuk menciptakan lapangan kerja baru.
  • Tenun Tanimbar didorong naik kelas melalui kurasi dan storytelling budaya.
  • Pelaku ekraf Tanimbar berpeluang mendapat akses pasar digital dan pelatihan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif tengah memetakan potensi unggulan ekonomi kreatif di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Senin, 10 Agustus 2026. Tujuannya untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan tersebut mencakup wastra, kriya, seni budaya, kuliner, pariwisata berbasis alam, hingga ekonomi kreatif digital. Wamen Ekraf, Irene Umar, mengatakan pengembangan potensi Tanimbar perlu dilakukan melalui kurasi produk unggulan dan penguatan identitas budaya.

Salah satunya dengan memilih motif tenun yang memiliki nilai identitas kuat untuk dikembangkan melalui narasi storytelling. “Dengan begitu, pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan bersama,” ujar Wamen Ekraf dikutip dari pernyataan resmi KemenEKRAF, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Irene, pengembangan ekonomi kreatif Tanimbar tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Penguatan kualitas produk, narasi budaya, serta pemetaan segmentasi pasar dinilai penting agar potensi lokal memberikan manfaat ekonomi yang besar.

Irene juga membuka peluang penguatan akses pasar digital bagi pelaku ekonomi kreatif di Tanimbar melalui pelatihan digital marketing. Menurutnya, pengembangan pariwisata Tanimbar juga perlu menyasar wisatawan yang menghargai pengalaman autentik tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Juliana Chatarina Ratuanak, mengatakan wilayahnya memiliki kekayaan agrikultur, maritim, dan budaya. Hal ini termasuk bahasa, tari, musik, cerita rakyat, ukiran, anyaman, dan tenun ikat.

Tenun ikat Tanimbar juga menjadi pakaian adat resmi Provinsi Maluku. Sehingga dinilai perlu didorong melalui hilirisasi agar memberikan dampak ekonomi bagi para pengrajin.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan akses pasar, konsistensi produksi dan desain, branding, kemasan, pembiayaan, serta konektivitas.

Pemkab Tanimbar kini melakukan pendataan pelaku ekonomi kreatif dan pembinaan UMKM. Upaya tersebut juga dilakukan melalui fasilitasi kelompok dan komunitas serta pengembangan promosi dan event budaya secara lebih terstruktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....