Wamen Ekraf Jajaki Peluang Pasar di Afrika bagi Industri Kreatif Indonesia
- 23 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenekraf menjajaki kerja sama dengan KBRI Nigeria untuk membuka akses pasar ekonomi kreatif Indonesia di kawasan Afrika.
- Nigeria diproyeksikan menjadi pintu masuk produk kreatif Indonesia, terutama melalui kolaborasi industri perfilman dengan Nollywood.
- Kemenekraf dan KBRI Abuja akan mendorong partisipasi pelaku ekraf pada pameran internasional guna memperluas ekspor dan jejaring bisnis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wamen Ekraf, Irene Umar, menjajaki peluang kerja sama dengan Duta Besar RI untuk Nigeria, Bambang Suharto. Kerja sama ini guna memperluas akses pasar ekonomi kreatif Indonesia di kawasan Afrika.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang dibahas adalah strategi menjadikan Nigeria sebagai pintu masuk produk ekonomi kreatif nasional. Irene menilai Nigeria memiliki potensi besar sebagai mitra strategis, terutama di sektor perfilman.
Industri film Nigeria atau Nollywood dinilai berpeluang kolaborasi karena memiliki jaringan distribusi yang luas di negara-negara Afrika. Menurut Irene, Indonesia tidak hanya perlu membangun kerja sama industri.
Ia menilai perlunya memahami karakteristik pasar, kebutuhan konsumen, serta jenis produk kreatif yang diminati masyarakat Afrika. Langkah tersebut diharapkan dapat mempersiapkan pelaku ekraf Indonesia agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan di pasar internasional.
"Nigeria memiliki potensi menjadi entry point bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan," ujar Irene Umar di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026, dikutip dari KemenEKRAF, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain sektor film, Kementerian Ekonomi Kreatif juga melihat peluang ekspor bagi subsektor unggulan lainnya. Contohnya seperti kuliner, kriya, dan fesyen berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Nigeria, Bambang Suharto, menyampaikan Indonesia dan Nigeria memiliki sejumlah kesamaan. Mulai dari keberagaman budaya hingga karakteristik demografi.
Kesamaan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi kreatif dan kebudayaan. Bambang juga menilai meningkatnya perhatian Nigeria terhadap Indonesia membuka peluang untuk mempererat hubungan bilateral.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KBRI Abuja akan mendukung partisipasi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Dukungan itu dilakukan dalam berbagai ajang promosi dan pameran internasional, termasuk Lagos International Trade Fair.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....