MBG dan Koperasi Merah Putih Picu Lahirnya Desa Tematik

  • 23 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MBG dan Koperasi Merah Putih Picu Lahirnya Desa Tematik
RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendorong munculnya berbagai desa tematik. Desa tematik yang berkembang antara lain desa melon, desa padi, desa tomat, dan desa ayam petelur.

Yandri mengatakan kedua program prioritas tersebut memperluas akses masyarakat desa terhadap pangan bergizi. Warga desa kini lebih mudah memperoleh telur dan daging ayam sebagai sumber protein.

Menurut Yandri, MBG juga memicu lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Program itu didukung keterlibatan koperasi dan pelaku usaha desa dalam rantai pasok kebutuhan pangan.

Ia menyoroti banyaknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kemitraan tersebut dijalankan bersama Badan Gizi Nasional untuk mendukung pelaksanaan MBG.

Yandri menilai KDKMP dapat menjadi penggerak pemerataan ekonomi di desa. Program itu juga dinilai mampu membuka sumber pendapatan baru bagi pemerintah desa.

Ia menjelaskan sebanyak 20 persen sisa hasil usaha koperasi menjadi pendapatan asli desa. Sementara itu, 80 persen lainnya akan kembali kepada anggota dan masyarakat desa.

Menurut Yandri, koperasi juga berpotensi mengurangi pengangguran di pedesaan. Tenaga kerja yang direkrut koperasi diprioritaskan berasal dari desa setempat.

Kementerian Desa dan PDT telah bertemu dengan 10 asosiasi desa untuk membahas kedua program tersebut. Seluruh asosiasi yang hadir menyatakan siap mengawal pelaksanaan MBG dan KDKMP

Ketua PAPDESI Wargiyati mewakili 10 asosiasi desa menyatakan dukungan terhadap kedua program pemerintah itu. Ia menilai MBG telah membantu warga desa sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

Menurut Wargiyati, MBG menjadi pendorong pembentukan desa-desa tematik sebagai pemasok bahan baku. Model tersebut dinilai menciptakan efek berganda dan meningkatkan perputaran ekonomi desa.

Ia menambahkan MBG membantu memenuhi kebutuhan pangan kelompok rentan di desa. Sasaran program meliputi ibu hamil, ibu menyusui, lansia, balita, serta pelajar.

Program tersebut juga menjangkau masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pemerintah berharap manfaat ekonomi dan sosial program dapat dirasakan secara lebih merata di desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....