Indonesia Targetkan jadi Tuan Rumah Asia’s Got Talent, Peluang Dongkrak Ekonomi

  • 19 Jun 2026 14:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamen Ekraf Irene Umar sebut ajang ini bisa promosikan budaya, destinasi, dan talenta ke dunia.
  • Asia's Got Talent libatkan ratusan peserta dan kru internasional, dorong Indonesia jadi pusat produksi global.
  • Kementerian Ekonomi Kreatif buka peluang kerja sama dengan Fremantle Indonesia dalam penyelenggaraan Asia's Got Talent.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi dengan Fremantle Indonesia untuk mendorong Indonesia menjadi lokasi produksi ajang Asia’s Got Talent. Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menilai penyelenggaraan ini berdampak luas bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Kalau Indonesia terpilih menjadi lokasi produksi, ini bukan hanya tentang sebuah program televisi. Tetapi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, destinasi, dan talenta kreatif Indonesia kepada audiens internasional,” ujar Wamen Ekraf di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menyebut, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan strategis sebagai lokasi produksi. Mulai dari set up area dengan keindahan alam, biaya produksi yang relatif terjangkau, hingga kualitas tenaga kerja.

“Yang dijual bukan hanya acaranya, tetapi pengalaman Indonesia secara utuh,” ucap Irene. Kombinasi tersebut, lanjutnya, menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi konten berskala global yang efisien dan bernilai tinggi.

Pihak Fremantle Indonesia tengah mengupayakan agar Indonesia menjadi lokasi produksi Asia’s Got Talent. Program tersebut saat ini masih berada dalam tahap penentuan lokasi dengan sejumlah negara lain sebagai kandidat tuan rumah.

“Melalui program ini, kami ingin menampilkan keragaman budaya Indonesia. Sekaligus menunjukkan kapasitas industri kreatif dan produksi Indonesia,” ujar Presiden Direktur Fremantle Indonesia, Sakti Parantean.

Program ini direncanakan melibatkan sekitar 400 peserta dari 15 hingga 20 negara atau teritori Asia. Serta mendatangkan ratusan kru produksi, media, delegasi, dan pemangku kepentingan industri kreatif internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....