Komisi VII Dukung Penambahan Anggaran Kemenekraf Sekitar Rp1,7 Triliun
- 16 Jun 2026 10:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati dukung tambahan anggaran Kementerian Ekonomi Kreatif sekitar Rp1,7 triliun.
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR, Rahayu Saraswati, menyatakan dukungannya terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif. Hal itu disampaikannya pada rapat kerja dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Senin 15 Juni 2026.
Menurut Sara, panggilan akrabnya, sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Apalagi, para pelaku di bidang tersebut didominasi oleh generasi muda.
“Ekonomi kreatif sebenarnya salah satu harapan kita untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar politisi Partai Gerindra itu. “Ini mengingat banyaknya anak-anak muda Indonesia yang mayoritas bergerak di bidang itu.”
Sara menekankan pemerintah perlu memperhatikan secara serius pengembangan sektor ini, termasuk melalui dukungan anggaran yang memadai. Menurut dia, postur anggaran saat ini dinilai masih sangat terbatas dibandingkan dengan potensi yang dimiliki.
Karena itu, Komisi VII DPR mendukung usulan penambahan anggaran sekitar Rp1,7 triliun yang diajukan Kemenekraf. Hal ini diharapkan dapat memperluas program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat serta meningkatkan dampak ekonomi secara nyata.
“Kami sangat mendukung lebih banyak program yang bisa langsung menyasar masyarakat dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ucap Sara. Bahkan, lanjut dia, kalau bisa lebih banyak programnya daripada manajemennya,” ucapnya.
Sementara itu, Kemenekraf tengah menyiapkan tiga program unggulan (flagship). Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan ini difokuskan pada optimalisasi potensi yang ada, bukan membangun dari awal.
Program pertama adalah aktivasi desa kreatif. "Ini dilakukan dengan menghidupkan kembali desa-desa kreatif yang sudah berjalan," katanya.
Program kedua adalah aktivasi creative hub atau ruang kreatif yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kemenekraf akan mengintervensi ruang-ruang tersebut agar dapat difungsikan sebagai pusat pelatihan, workshop, serta pengembangan talenta kreatif.
Sedangkan program ketiga adalah creative by Indonesia yang bertujuan mendorong jenama lokal naik kelas. Melalui program ini, produk lokal akan dikurasi dari tingkat daerah menjadi nasional, hingga berpeluang menembus pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....