SBY dan Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026 Bahas Transformasi Digit
- 02 Jun 2026 17:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pembangunan berkelanjutan sebagai tanggung jawab moral sekaligus strategi jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi global dan multilateralisme.
- Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah, akademisi, dan industri untuk mendorong inovasi berbasis integritas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi pembicara utama dalam The 4th Proficient Conference. SBY menegaskan, pembangunan berkelanjutan menjadi tanggung jawab moral sekaligus strategi jangka panjang bagi masa depan umat manusia.
“Pembangunan berkelanjutan adalah tanggung jawab moral, pilihan politik, strategi ekonomi, dan investasi jangka panjang masa depan umat manusia. Kita harus menghidupkan kembali semangat kolaborasi, kebersamaan, dan multilateralisme,” ujar SBY, di Institut Perbanas, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix. Kolaborasi itu melibatkan pemerintah serta akademisi untuk menciptakan inovasi dengan fondasi integritas yang kuat.
“Transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan riset, pengembangan talenta, serta kolaborasi lintas sektor. Sinergi akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan dampak nyata,” ujar Teuku Riefky.
Rektor Institut Perbanas, Hermanto Siregar, mengatakan transformasi global dan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui inovasi yang berlandaskan integritas. Menurutnya, perkembangan teknologi dan munculnya model bisnis baru harus diimbangi dengan strategi mitigasi risiko yang memadai.
“Kami menyadari bahwa di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat. Transformasi dan kemajuan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila inovasi berakar kuat pada integritas,” ucapnya.
Menurutnya, sinergi tersebut akan membentuk praktik keuangan yang lebih baik, mendorong evolusi digital. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga menjunjung tinggi standar etika dalam dunia bisnis.
Inovasi tersebut, tambahnya, akan melahirkan model-model bisnis baru yang lebih adaptif. Oleh karena itu, strategi mitigasi risiko yang komprehensif harus terus dikembangkan dan diterapkan secara disiplin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....