Kementerian PANRB Sebut Karier ASN Terbuka Lebar di Bidang Iptek
- 11 Mar 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menilai peluang karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) semakin terbuka luas. Posisi seperti peneliti dan perekayasa dinilai menjadi sektor strategis yang akan terus diperkuat dalam pengembangan sumber daya manusia pemerintah.
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja mengatakan saat ini jumlah ASN di Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta orang, dengan komposisi terbesar berada pada jabatan fungsional. Sementara itu, jabatan struktural hanya sekitar lima persen dari total ASN.
“Artinya peluang karier ASN sebenarnya lebih terbuka luas di jabatan fungsional. Termasuk jabatan fungsional di bidang iptek seperti peneliti dan perekayasa,” kata Aba Subagja, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Aba, penguatan sumber daya manusia iptek, termasuk di sektor teknologi nuklir, perlu didukung melalui penataan sistem kepegawaian ASN yang lebih terarah dan strategis. Ia menilai jabatan fungsional memiliki peran penting sebagai fondasi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi di berbagai lembaga pemerintah.
Sebagai contoh, di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengembangan riset dan inovasi sangat bergantung pada keberadaan peneliti dan perekayasa yang menjadi tulang punggung organisasi. Karena itu, pemerintah saat ini tengah melakukan penataan kebutuhan SDM ASN, termasuk melalui penyusunan postur ASN di lingkungan BRIN untuk melihat komposisi kebutuhan pegawai secara lebih proporsional.
Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan tenaga ahli di bidang tertentu. Termasuk tenaga nuklir, diharapkan dapat direncanakan secara lebih sistematis dalam jangka menengah.
“Postur ini nanti akan menentukan berapa kebutuhan SDM, misalnya tenaga nuklir. Kalau kebutuhannya seribu, maka akan dikunci dalam grand design pemenuhan SDM selama lima tahun,” ujarnya.
Selain melalui rekrutmen baru, pemenuhan kebutuhan SDM juga dapat dilakukan melalui skema mobilitas talenta ASN, yaitu memanfaatkan pegawai yang memiliki kompetensi relevan untuk berpindah ke bidang atau jabatan yang dibutuhkan.
Menurut Aba, pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang sudah ada tanpa harus selalu bergantung pada rekrutmen baru.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan manajemen talenta ASN agar SDM iptek di lembaga pemerintah dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan. "Talenta-talenta di bidang iptek perlu dikelola dengan baik, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengembangan kompetensi, hingga manajemen kariernya,” katanya.