Menteri Kebudayaan Soroti Konsistensi Pemikiran Presiden Prabowo

  • 16 Feb 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti konsistensi pemikiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara bedah buku berjudul Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung di Jakarta. Buku karya wartawan senior J. Osdar itu dinilai memotret perjalanan panjang gagasan Prabowo yang terbangun selama puluhan tahun.

“Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri,” kata Fadli Zon, yang mengenal Prabowo sejak aktif di Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada 1993, Senin, 16 Februari 2026.

Ia menegaskan, bagi Prabowo akal sehat tidak boleh berhenti pada ruang diskusi, melainkan harus diwujudkan melalui jalur politik. Menurut Fadli, langkah-langkah yang dijalankan Presiden saat ini merupakan eksekusi dari dialektika pemikiran panjang yang telah teruji oleh waktu.

Kepemimpinan Prabowo disebutnya sebagai manifestasi nyata dari politik akal sehat yang berakar pada amanat konstitusi. Fadli Zon menekankan, Presiden Prabowo berkomitmen meluruskan arah ekonomi bangsa kembali pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Kebijakan strategis seperti swasembada pangan dan energi serta program makan bergizi gratis dinilai sebagai bagian dari koreksi atas praktik liberalisasi ekonomi yang dinilai kebablasan. "Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme," ujarnya.

Ia menjelaskan, Prabowo ingin mengembalikan ekonomi nasional ke jalur konstitusi yang menegaskan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat dengan prinsip National Interest First. Lebih lanjut, Fadli menyampaikan tiga pilar utama yang tengah dibangun pemerintahan Presiden Prabowo.

Ketiga pilar tersebut meliputi pembenahan institusi negara agar tepat fungsi, penerapan intervensi negara yang terukur. Serta koordinasi lintas sektor yang efektif.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa kekuasaan sejatinya merupakan alat untuk melayani kepentingan nasional. Menurutnya, politik yang dijalankan dengan ketenangan dan kedewasaan akan memperkuat arah pembangunan bangsa ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....