Wamenekraf Tekankan Bahasa Fondasi Utama Kreativitas Nasional
- 08 Feb 2026 17:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan penguasaan bahasa dan literasi menjadi kunci utama dalam melahirkan gagasan serta karya kreatif yang bernilai. Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi fondasi penting dalam proses berpikir dan berkarya.
Hal itu disampaikan Irene saat menjadi pembicara dalam acara Selebrasi Narabahasa (Senara) 2026 di Omah Martimbang, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi komunitas literasi dan kreator untuk merayakan peran bahasa dalam industri kreatif.
“Bahasa menjadi fondasi hubungan manusia dengan manusia lain, manusia dengan diri sendiri, dan di era sekarang, manusia dengan mesin,” ujar Irene, Minggu, 8 Februari 2026. Ia menilai kemampuan berbahasa semakin relevan di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Menurut Irene, ketepatan bertutur dan menyusun instruksi sangat menentukan kualitas hasil yang diinginkan, baik saat berkomunikasi dengan manusia maupun mesin. “Semakin baik cara kita memberi instruksi kepada AI, semakin dekat hasilnya dengan tujuan yang kita inginkan,” katanya.
Ia menyebut bahasa sebagai sarana utama untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan. Dari bahasa pula, kata dia, lahir karya tulis yang menjadi titik awal terbentuknya kekayaan intelektual.
Irene menilai produk kebahasaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lintas medium dan menjangkau audiens yang lebih luas. Pengembangan tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku industri kreatif.
“Banyak buku yang berangkat dari tulisan, lalu dikembangkan menjadi naskah dan diadaptasi ke film,” ujarnya. Ia mencontohkan karya Ika Natassa dan Marchella FP yang bertransformasi ke medium lain dengan tetap menjadikan bahasa dan cerita sebagai fondasi.
Dalam kesempatan yang sama, sastrawan Nenden Lilis Aisyah menyoroti pentingnya orisinalitas karya di tengah maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa kemudahan produksi konten tidak boleh menggerus keunikan karya sastra.
“Pengalaman pribadi adalah sumber yang sangat kuat dalam menulis,” kata Nenden. Menurutnya, pengalaman yang dihayati secara mendalam akan melahirkan bahasa yang personal dan membedakan karya satu dengan yang lain.
Direktur Utama Narabahasa Ivan Lanin menjelaskan bahwa Narabahasa hadir untuk lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan berbahasa. Lembaga tersebut juga berupaya mengangkat martabat bahasa Indonesia agar setara dan berdaya di ruang publik maupun profesional.
Ivan menyebut Narabahasa memiliki tiga misi utama, yakni mengangkat marwah bahasa Indonesia, meningkatkan keterampilan berbahasa masyarakat, dan mendorong kebahagiaan. Ia menilai kemampuan berbahasa berpengaruh langsung pada kepercayaan diri dan kualitas komunikasi.
“Banyak orang Indonesia memiliki gagasan bagus, tetapi kesulitan mengekspresikannya,” ujarnya. Ketika kemampuan berbahasa meningkat, kata dia, kepercayaan diri tumbuh dan berdampak pada kebahagiaan individu.
Melalui Senara 2026, Narabahasa menghadirkan ruang temu bagi komunitas, kreator, dan penerbit. Kegiatan ini diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak karya berbasis bahasa dan literasi.
Acara Senara 2026 diisi dengan bazar komunitas dan penerbit, gelar wicara, serta bincang komunitas. Selain itu, terdapat hiburan dan lokakarya menulis cerita hingga menjahit buku.
Kegiatan yang menyasar pelajar, pendidik, komunitas, kreator konten, dan masyarakat umum ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi nasional. Melalui pendekatan kreatif, Senara 2026 diharapkan mampu memperkuat budaya berbahasa di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....