KemenEKRAF-BEI Buka Jalur Pasar Modal bagi Pegiat Ekonomi Kreatif
- 10 Jun 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk memperluas akses pendanaan pasar modal bagi pegiat ekonomi kreatif.
- Kolaborasi ini membuka peluang edukasi pasar modal dan skema IPO adaptif bagi subsektor ekraf yang berpotensi tinggi dalam investasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekraf memperkuat upaya pengembangan peluang akses pendanaan pasar modal bagi pegiat ekraf bersama Bursa Efek Indonesia (BEI). Pertemuan ini menjadi kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan bagi sektor tersebut.
“Presiden menempatkan ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Ini dimulai dari berbagai daerah sehingga tidak hanya terpusat di kota-kota besar,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menambahkan, potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap. Hal tersebut termasuk akses pendanaan dan investasi.
“Kolaborasi dengan BEI membuka peluang semakin banyak pegiat ekraf yang memahami pasar modal dan siap memanfaatkan kreativitas sebagai sumber investasi,” ucapnya. Pjs. Direktur Utama, Jeffrey Hendrik menyampaikan, BEI terbuka untuk memperluas partisipasi berbagai sektor dalam pasar modal.
Khususnya, tiap subsektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan investasi tinggi. “Baik sebagai investor untuk menikmati pertumbuhan pasar modal maupun sebagai perusahaan persatuan untuk menghimpun dana dan mengembangkan usaha,” ucap Jeffrey Hendrik.
Audiensi ini juga diharapkan mampu membuka peluang penyusunan skema IPO bagi industri kreatif yang lebih adaptif. Harapannya, perusahaan-perusahaan yang potensial dapat memanfaatkan akselerasi pasar modal secara berkelanjutan.
“Hari ini, kami mendapat insight dari Menteri Ekraf untuk pemahaman lebih baik terkait model bisnis di industri kreatif. Tentu, harapan kolaborasi antara BEI dengan Kementerian Ekraf bisa dimulai dengan meningkatkan edukasipemahaman dari para pegiat ekraf,” kata Jeffrey.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....