Kemenag: Perubahan Slot Puluhan Kloter karena Garuda Lambat

  • 27 Jun 2024 22:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Direktur Layanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab membantah klaim Dirut Garuda Indonesia Irfan Saputra bahwa kegagalan mendapat slot karena ada perubahan kebijakan Arab Saudi. Menurutnya, kegagalan itu karena Garuda Indonesia memang lambat mengajukan jadwal penerbangan ke GACA.

Sebanyak 46 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang I berubah rute penerbangannya dari Bandara King Abdul Aziz. Akhirnya 20.000 jemaah terpaksa pulang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

"Akibatnya, jemaah harus menempuh perjalanan darat cukup jauh dan melelahkan. Terkait perubahan rute kepulangan 46 kloter, sejak awal Garuda Indonesia memang telat dalam mengajukan jadwal penerbangan ke GACA," kata Saiful Mujab dalam keterangannya yang diterima RRI, Kamis (27/6/2024).

Menurut Mujab, kontrak kerja Garuda dengan Kemenag sudah dilakukan sejak awal. Dalam kontrak tersebut juga sudah diatur rute penerbangan jemaah, baik gelombang I maupun gelombang II.

"Gelombang I jemaah pulang melalui Jeddah dan Gelombang II melalui Madinah. Saya heran Garuda malah beralasan dengan perubahan kebijakan Saudi, padahal mereka memang terlambat mengajukan slot time," ujarnya.

"Jadi perubahan slot 46 kloter itu ya karena Garuda lambat dalam proses koordinasi dengan otoritas Saudi. Ditambah lagi ada pesawat yang tidak siap terbang," ucapnya.

Kurang sigapnya kinerja Garuda Indonesia, kata Saiful, diperparah dengan masalah keterlambatan pesawat. Sepekan pemulangan jemaah haji, Garuda telah mengangkut 50 kloter.

"Dari proses itu, setidaknya delay penerbangan lebih dari 2 jam dialami tujuh kloter, yaitu SOC 6, UPG 2, KNO 2, KNO 3, JKS 8, PDG 3, dan SOC 16. Paling parah adalah yang menimpa jemaah kloter 3 Embarkasi Kualanamu (KNO 03) yang delay 12 jam 30 menit," katanya.

"Delay sampai 12 jam tanpa pemberitahuan yang semestinya, semua diinfo secara mendadak. Bahkan, jemaah sudah naik bus dari hotel menuju bandara, baru diinfo kalau pesawat terlambat," ucapnya.

Sebelumnya maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengklarifikasi soal keterlambatan pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi. Hal ini disebabkan penyesuaian jadwal penerbangan pada fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Karena itu, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemangku kepentingan layanan haji Indonesia. "Khususnya para jemaah haji yang terdampak penyesuaian jadwal pemulangan," kata Irfan, Kamis (27/6/2024).

Menurut Irfan, Garuda berupaya meminimalisasikan polemik berkepanjangan dan lebih fokus untuk memastikan percepatan dan kelancaran tindakan-tindakan perbaikan. "Kami akan terus meningkatkan operasional untuk menjaga aspek ketepatan waktu layanan penerbangan haji," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....