Tata Cara dan Urutan Manasik Haji

  • 09 Mei 2024 10:33 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Sebagai pedoman dalam melakukan serangkaian ibadah haji, bagi umat Islam khususnya yang akan melaksanakan ibadah haji, wajib tahu tata cara manasik haji dari awal hingga akhir selama di Tanah Suci, sehingga ibadah hajinya akan menjadi haji sempurna dan mabrur.

Berikut adalah tata cara dan urutan manasik haji yang harus diketahui, yang dirangkum melalui berbagai sumber.


1. Mengenakan Pakaian Ihram

Sebelum menjalankan ibadah haji, kaum laki-laki harus mengenakan pakaian ihram terlebih dahulu. Pakaian ihram adalah kain yang terdiri dari dua lembar berwarna putih untuk menutupi pundak dan bagian bawah panggung seperti saat mengenakan sarung. Saat melaksanakan ibadah haji, laki-laki tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang membentuk lekuk tubuhnya atau pakaian dalam.

Sementara, kain ihram untuk perempuan harus menutup semua badan kecuali wajah dan telapak tangan. Kain ihram disunahkan berwarna putih. Saat menggunakan pakaian ini, calon jemaah harus lah menghindari beberapa perbuatan, seperti bersetubuh, berkata kasar, membunuh hewan, hingga memotong rambut. Ini dilakukan untuk tetap menjaga kesucian selama melakukan ibadah haji atau umrah.


2. Niat Ihram Haji

Sebelum melakukan ihram, hal yang sangat tidak boleh dilewatkan adalah niat. Niat ini harus benar-benar dari hati dan semata-mata karena Allah SWT. Niat ihram haji sendiri bisa dilakukan paling lambat tanggal 9 Zulhijjah di miqat sesuai yang sudah ditentukan.

Berikut adalah bacaan niatnya:

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu al-hajja wal 'umrata wa ahramtu biha lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah SWT."

Perlu diketahui sebelum niat, disarankan sebelumnya untuk mandi, wudhu, memakai pakaian ihram, dan memakai wangi-wangian terlebih dahulu.


3. Membaca Talbiyah

Saat menjalani ihram, disunahkan untuk selalu memperbanyak membaca bacaan talbiyah. Talbiyah hendaknya dibaca di setiap langkah selama perjalanan ke Baitul Haram, baik saat jalannya landai, menanjak, atau saat di kendaraan. Berikut bacaannya:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَاشَرِيْكَ لَكَ

Labbaik allahumma labbaik, labbaika la syarikalaka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk la syarika laka..

Artinya: “ Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."


4. Wukuf di Padang Arafah

Wukuf di Padang Arafah sendiri dilakukan dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijjah sampai menjelang fajar tanggal 10 Zulhijjah.

Saat wukuf, jemaah haji disarankan banyak membaca dzikir, seperti takbir, tahmid, istighfar, dan bacaan dzikir lainnya. Selain itu juga disarankan untuk membaca doa berikut ini ketika wukuf: ”

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ ، اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَآبِي وَلَكَ رَبِّ تُرَاثِي ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ

Allahumma lakal hamdu kalladzi naqulu wa khairom mimma naqulu, allahumma laka sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati wa ilaika ma-abi wa laka rabbi turatsi, allahumma inni a’uzu bika min ‘azabil qobri wa waswasatis shodri wa syatatil amri, allahumma inni a’uzu bika min syarrima taji-u bihir rihu.

Artinya : "Ya Allah, bagi Mu pujian seperti yang kami ucapkan, dan lebih baik dari apa yang kami ucapkan. Ya Allah, untuk-Mu salatku, ibadah hajiku, untuk-Mu kehidupanku dan kematianku dan kepada-Mu kami akan kembali, untuk-Mu kami tunjukkan ibadahku. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, dari hati yang ragu dan dari tercerai berainya urusan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari yang terburuk yang didatangkan oleh angin."


5. Mabit di Muzdalifah

Selanjutnya adalah mabit di Muzdalifah. Ketika mabit, jemaah haji dianjurkan untuk mengambil batu kerikil yang digunakan untuk melempar jumrah di Mina. Mabit dilakukan minimal hingga lewat tengah malam atau utamanya adalah selesai sholat subuh.


6. Melontar Jumrah Aqabah

Selanjutnya adalah melontar jumrah aqabah di Mina dengan menggunakan tujuh batu kerikil. Setiap lemparannya membaca doa berikut:

بِسمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Bismillahi Allahu Akbar.

Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.'


7. Tahallul Awal

Berikutnya adalah tahallul awal dengan mencukur rambut, minimal tiga helai. Dalam tahallul ini bisa menggunakan pakaian biasa, dan segala hal yang dilarang ketika ihram dibolehkan. Yang dikecualikan selama masih tahallul awal adalah akad nikah, bercumbu dengan syahwat, dan jimak.

Saat tahallul dianjurkan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِكُلِّ شَعْرٍ نْورًا يَوْمَ القِيَامَةِ

Allahummaj’al likuli sya’rin nuuran yaumal qiyaamati.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah cahaya untuk setiap helai rambut yang aku potong ini pada hari kiamat nanti."


8. Tawaf Ifadhah

Tawaf ifadhah dilakukan pada tanggal 10 Zulhijjah dan bisa langsung pergi ke Mekah untuk melaksanakan Tawaf. Berikut adalah bacaan Tawaf yang bisa dibaca jemaah haji:


سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ اللهُ أَكْبَرُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصَدِّيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءاً بِعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْئَلُكَ الْعَفْوَى وَالْعَافِيَةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأَخِرَةَ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ


Subhahaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu allahu akbar. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi. Wash shalaatu wassalaamu’alaa rasuulillaaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma iimaanan bika wa tashdiqan bikitaabika wa wafaa’an bi’aadhika wattibaa’an li sunnati nabiyyika muhammadin shallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘aafiya wal mu’aafatan daaimata fid diini wad dunyaa wal aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaari.

Artinya : "Maha suci Allah, segala bentuk pujian hanya pantas disanjungkan kepada-Nya, sebab tiada Tuhan selain Allah, Dzat Yang Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dari sisi-Nya yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Shalawat serta salam semoga senantiasa tertuju kepada Rasulullah, sebagaimana Allah selalu mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau. Ya Allah, aku melakukan tawaf ini hanya karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janjiku pada-Mu, serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad Saw. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada-Mu, kesehatan, dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan aturan agama, baik urusan dunia maupun akhiratku, juga untuk beroleh kenikmatan surga dan terhindar dari azab neraka."


9. Sa'i

Sa'i yakni berjalan atau berlari kecil dari bukit Safa ke Marwah dan dilakukan kembali sebanyak tujuh kali. Sebelum melakukan Sa'i dianjurkan untuk berniat :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيمِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُولِهِ

Bismillahir rahmaanir rahiim, abda’u bimaa bada’allahu bihi wa rasuulihi.

Artinya: "Dengan nama ALlah yang Maha Pengasih dan Penyayang, aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya."


Dan ketika mendaki bukit Shafa Marwah, dianjurkan membaca :

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ

Innas-safa wal-marwata min sya'a'irillah.

Artinya: "Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar agama Allah."


Dan setelah tiba di atas bukit Shafa berbatu sambil menghadap Ka'bah, hendaknya berdo'a :

اللهُ اَكْبَرْ ٣× لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ، اللهُ اَكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللهُ اَكْبَرْ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَااَوْلَانَا لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرِ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ


Allahu-akbar 3x La-ilaha ilallohu wa llahu akbar, Allahu akbar walilahil-hamd, Allahu-akbar 'ala mahadana wal-hamdulillahi 'ala ma aulana. La-ilaha ilallah wahdahu lasyarikalahu lahul-mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu biyadihil-khoiri wahuwa 'ala kuli syai-in qodir.

Artinya : "Allah Maha Besar 3x, Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah maha besar, segala puji bagi Allah, Allah Maha besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."


Doa di antara dua pilar hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الاَعَزُ الاَكْرَمُ.

Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu, innaka antallahul-a'azzul-akram.

Artinya: "Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah".


Doa ketika sampai di bukit Marwah sesudah sa'i

اللّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لاَتَكِلْنَا وَعَلَى اْلإِيْمَانِ واْلإِسْلاَمِ الَكَامِلِ جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللّهُمَّ ارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَالاَ يَعْنِيْنِيْ وَارْزُقْنِيْ حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ.

Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa wa 'aafinaa wa 'fu 'annaa wa 'alaa tha 'atika wa syukrika a'innaa wa 'alaa ghairika laa takilnaa wa alal limaani wal islaamil kaamili jamilan tawaffanaa wa anta raadhin. Allaahumma rhamnii bitarkil ma'aashii abadan maa abgaitanii wa 'rhamnii an atakallafa laa ya'niinii wa 'rzuqnii husnan nazhari fii maa yurdhiika 'annil yaa Arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu.Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau rida. Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu rida terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."


10. Tahallul Kedua

Setelah Sa'i adalah tahallul kedua. Dengan sampainya di tahap ini, maka jemaah haji sudah menyelesaikan tiga perbuatan, yakni melontar jumrah aqabah, tawaf ifadhah, dan sa'i. Selain itu juga sudah bebas dari larangan berhubungan suami-istri.


11. Mabit di Mina

Selanjutnya mabit di Mina selama tiga malam. Yakni pada tanggal 10 Zulhijjah melontar jumrah aqabah, lalu pada tanggal 11 dan 12 Zulhijjah melontar tiga jumrah, Ula, Wusta, dan Aqabah yang masing-masingnya sebanyak tujuh kali. Dan bagi jemaah yang akan meninggalkan Mekah, dan kembali ke tanah air, maka harus melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan.

Demikian tata cara dan urutan manasik haji, dan memang pelaksanaan ibadah haji cukup panjang, sehingga membutuhkan kesiapan yang matang agar bisa meraih haji mabrur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....