3.220 Calon Petugas Haji Ikuti Ujian CAT Serentak di 34 Titik BKN
- 31 Agt 2026 15:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 3.220 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari unsur tenaga kesehatan mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di 34 titik Badan Kepegawaian Negara (BKN) di seluruh Indonesia.
- Ujian tersebut menjadi tahap kedua dari empat rangkaian seleksi untuk menjaring petugas haji yang profesional dan amanah.
- Rekrutmen PPIH tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi terdiri atas empat tahapan utama. Proses diawali dengan verifikasi administrasi dan dokumen, kemudian dilanjutkan ujian CAT berbasis komputer.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 3.220 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari unsur tenaga kesehatan mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) secara serentak di 34 titik Badan Kepegawaian Negara (BKN) di seluruh Indonesia, Senin, 31 Agustus 2026. Ujian tersebut menjadi tahap kedua dari empat rangkaian seleksi untuk menjaring petugas haji yang profesional dan amanah.
Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat sebagai bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji. Menurutnya, petugas haji merupakan ujung tombak pelayanan jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani," ujar Ihsan saat meninjau pelaksanaan CAT di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta.
Ihsan menjelaskan, rekrutmen PPIH tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi terdiri atas empat tahapan utama. Proses diawali dengan verifikasi administrasi dan dokumen, kemudian dilanjutkan ujian CAT berbasis komputer.
Peserta yang dinyatakan lolos CAT akan melanjutkan ke tahap ketiga berupa evaluasi hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau Medical Check-Up (MCU). Tahapan ini dilakukan untuk memastikan calon petugas memiliki kesiapan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan.
"Sesuai timeline, hasil ujian CAT diumumkan besok, 1 September. Setelah itu peserta melanjutkannya ke proses MCU pada 3 hingga 8 September," ujar Ihsan. Hasil MCU selanjutnya diverifikasi dan divalidasi untuk menentukan peserta yang berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan.
Tahap terakhir seleksi berupa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH yang akan berlangsung intensif selama 30 hari. Pelatihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan kemampuan fisik, mental, serta tata kelola pelayanan calon petugas sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ihsan mengatakan rangkaian seleksi yang panjang dan ketat juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan formasi petugas pada setiap kelompok terbang atau kloter. Sesuai regulasi terbaru, setiap kloter akan didampingi empat petugas PPIH sebagai ujung tombak pelayanan jemaah.
"Untuk petugas kesehatan di kloter ada dua orang, biasanya terdiri dari satu dokter dan satu perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yaitu ketua kloter dan pembimbing ibadah," katanya. Dengan demikian, total terdapat empat petugas yang mendampingi jemaah dalam satu kloter.
Menurut Ihsan, proses seleksi tersebut diharapkan mampu menghasilkan petugas lapangan yang tangguh dan responsif terhadap kebutuhan jemaah. Petugas yang terpilih juga diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan amanah selama penyelenggaraan ibadah haji.
"Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Dari proses seleksi awal yang ketat ini, insyaAllah kita bisa menghasilkan petugas yang betul-betul profesional, amanah, dan sesuai kriteria," ucap Ihsan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....