Wamenhaj Ajak Bangun Budaya Kerja Baru demi Tingkatkan Pelayanan Haji bagi Jemaah
- 07 Jul 2026 09:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah membangun budaya kerja baru yang berintegritas dan profesional.
- Wamenhaj menegaskan transformasi Kementerian Haji dan Umrah tidak cukup hanya melalui perubahan kelembagaan.
- Kemenhaj harus benar-benar berwajah baru yang dibangun di atas fondasi integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah membangun budaya kerja baru yang berintegritas dan profesional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadirkan pelayanan haji yang berkualitas dan berorientasi pada kepentingan jemaah.
Ajakan itu disampaikan saat memberikan pengarahan dan motivasi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Rakernas menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi peningkatan layanan haji pada musim berikutnya.
Dahnil menegaskan transformasi Kementerian Haji dan Umrah tidak cukup hanya melalui perubahan kelembagaan. Menurutnya, perubahan harus diwujudkan dalam pola pikir, budaya kerja, dan komitmen seluruh insan Kemenhaj.
"Kemenhaj harus benar-benar berwajah baru. Mari kita mulai tradisi baru dan budaya kerja baru yang lebih baik. Walaupun kita berasal dari institusi yang berbeda, tujuan kita hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia," ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2026.
Ia mengatakan wajah baru Kemenhaj harus dibangun di atas fondasi integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas. Amanah mengelola penyelenggaraan haji harus dijaga melalui tata kelola yang transparan dan berpihak kepada jemaah.
Wamenhaj menegaskan seluruh proses penyelenggaraan haji harus berlangsung secara terbuka dan bebas dari praktik yang mencederai kepercayaan publik. Pemerintah juga akan menindak tegas pihak yang menjadikan jemaah sebagai komoditas.
"Kalau ada KBIHU, travel, atau siapa pun yang menjadikan jemaah sebagai komoditas, maka itu akan menjadi perhatian serius kita. Tugas kita adalah memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan bermartabat," katanya.
Selain memperkuat integritas, Dahnil mendorong penerapan konsep One Stop Service agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang lebih dekat dengan jemaah dalam setiap tahapan penyelenggaraan haji.
Menurut Dahnil, perencanaan yang matang menjadi kunci keberhasilan seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari penetapan kebijakan hingga evaluasi. "Ketika perencanaan dilakukan dengan baik, maka seluruh tahapan penyelenggaraan juga akan berjalan dengan baik,” ujarnya menjelaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....