Operasional Haji 2026 Tuntas, Menhaj Pastikan Pelayanan Jemaah Tetap Berjalan
- 02 Jul 2026 09:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj),Moch. Irfan Yusuf, secara resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
- In ditandai dengan tibanya Kloter UPG-43 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan membawa 242 jemaah.
RRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal ini ditetapkan setelah seluruh jemaah haji Indonesia tiba kembali di Tanah Air pada Rabu 1 Juli 2026.
Kelompok Terbang (Kloter) UPG-43 menjadi rombongan jemaah haji terakhir yang diberangkatkan dari Arab Saudi. Pesawat yang membawa mereka mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 17.05 WITA dengan membawa 242 jemaah.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujar Menhaj di Surabaya. “Atas nama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir.”
Sepanjang operasional haji 2026, pemerintah memberangkatkan 527 kloter yang mengangkut 202.636 jemaah haji reguler dari 16 embarkasi. Selain itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus ditambah 1.016 petugas.
Penyelenggaraan haji tahun ini diwarnai tantangan besar dalam melayani jemaah dengan karakteristik beragam. Tercatat 44.247 jemaah berusia lanjut, 170.700 berisiko tinggi, 370 berkebutuhan khusus, dan 275 pengguna kursi roda.
Seluruh layanan disiapkan untuk memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, pembinaan ibadah, hingga layanan kesehatan.
Pemerintah juga mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan serta mengoperasikan 15.212 bus antarkota perhajian dan 11.990 trip bus shalawat. Sedangkan layanan kesehatan disediakan berlapis melalui tenaga kesehatan di setiap kloter.
Ini ditambah dengan klinik satelit, Klinik Kesehatan Haji Indonesia, hingga kerja sama dengan rumah sakit Arab Saudi. Kemenhaj juga menerapkan alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, penambahan embarkasi fast track, serta digitalisasi layanan.
Meski operasional telah berakhir, pemerintah memastikan pelayanan kepada jemaah belum berhenti. Saat ini masih terdapat 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Kemenhaj akan terus melakukan pendampingan hingga seluruh jemaah dinyatakan laik terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia. Di saat yang sama, proses klaim asuransi bagi jemaah yang wafat juga terus dilakukan sesuai ketentuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....