Angka Kematian Tinggi, Wamenhaj Evaluasi Syarat Kesehatan Jemaah Haji Jatim
- 16 Jun 2026 06:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Angka kematian jemaah haji Jawa Timur tertinggi secara nasional
- Kementerian Haji dan Umrah akan memperketat syarat istitha'ah kesehatan
- Sebanyak 13 jemaah Debarkasi Surabaya masih dirawat di Arab Saudi
RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti angka kematian jemaah haji Jawa Timur. Jumlah kematian jemaah asal wilayah ini tercatat paling tinggi secara nasional.
Hingga saat ini sebanyak 75 jemaah haji asal Jawa Timur meninggal dunia di Arab Saudi. "Jawa Timur ke depan harus memperketat syarat istitha'ah kesehatan," katanya di Surabaya, Senin, 15 Juni 2026.
Pengetatan aturan ini bertujuan agar jemaah yang berangkat memiliki kondisi kesehatan yang prima. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan jumlah angka kematian jemaah di Tanah Suci.
Dahnil menyebut jumlah jemaah wafat tahun ini sebenarnya menurun drastis dibanding tahun lalu. Pada periode yang sama tahun lalu, angka kematian jemaah mencapai lebih dari 100 orang.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah Indonesia. "PR kami tentu adalah terus meningkatkan pelayanan," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam memberikan rincian data terbaru. Data tersebut mencakup jemaah yang wafat di Arab Saudi maupun saat tiba di tanah air.
Saat ini masih ada 13 jemaah haji asal Jawa Timur yang dirawat di sana. "13 orang dari total 52 kloter masih dalam perawatan di sana," katanya memberi penjelasan. Jemaah yang sudah mendarat di Surabaya dipastikan sehat dan tidak perlu dirawat. (MCH)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....