Kemenhaj Tindak Oknum Petugas dan KBIHU Penipu Jemaah di Makkah

  • 10 Jun 2026 08:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenhaj menindak tegas oknum petugas dan KBIHU penipu jemaah haji
  • Kasus penipuan meliputi badal haji fiktif hingga penggelapan dana kurban
  • Pelaku penggelapan dana jemaah ratusan juta rupiah kini telah ditangkap

RRI.CO.ID, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menindak oknum petugas dan Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) yang menipu jemaah. Ini dilakukan setelah Kemenhaj melakukan penertiban yang menyasar oknum kelompok bimbingan dan petugas haji yang curang.

“Kami tidak menoleransi praktik yang merugikan jemaah," ujar Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, Selasa 9 Juni 2026. Menurut dia, petugas berhasil membongkar jaringan badal haji fiktif dan penggelapan uang kurban.

Kasus tersebut melibatkan seorang mukimin bernama Muhtar yang menggelapkan uang senilai Rp306,8 juta. Sedangkan korban merupakan jemaah asal Merauke yang tergabung dalam Kloter UPG-29.

“Kami berkoordinasi dengan Polri dan otoritas Arab Saudi untuk menangkap pelaku," kata Ichsan. Menurut dia, saat ini pelaku sudah berhasil ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Kasus serupa juga melibatkan oknum pembimbing ibadah haji berinisial MH di Papua. Pelaku diduga menggelapkan uang badal haji jemaah sebesar Rp122 juta.

Setelah dibina, oknum aparatur sipil negara tersebut bersedia mengembalikan seluruh uang jemaah. Temuan lain melibatkan petugas KBIHU berinisial MB yang diduga menggelapkan dana kurban dan badal sebesar Rp137,5 juta.

Petugas juga menemukan pelanggaran oleh oknum pembimbing kloter berinisial AB. Pelaku meraup keuntungan tidak sah sebesar Rp15 juta dari jemaah asal Sulawesi Tengah.

Kasus terbesar melibatkan kelompok bimbingan AF asal Kabupaten Purwakarta. Mereka melakukan penipuan badal haji fiktif terhadap 140 orang jemaah.

Total kerugian jemaah dalam kasus ini mencapai Rp1,4 miliar. Mengingat maraknya kasus penipuan tersebut, Ichsan mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan pembayaran dam dari pemerintah.

Pemerintah Arab Saudi telah menunjuk lembaga resmi bernama Adahi untuk mengelola dam. Jemaah diminta tidak tergiur tawaran mukimin yang mengatasnamakan kelompok bimbingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....