132 Ribu Jemaah Haji Tinggalkan Mina

  • 30 Mei 2026 18:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 132.568 jemaah haji Indonesia memilih nafar awal
  • Jemaah mulai meninggalkan Mina menuju Makkah sejak pagi hari
  • Sekitar 68 persen jemaah Indonesia yang mabit di Mina memilih nafar awal

RRI.CO.ID, Makkah – Sebanyak 132.568 jemaah haji Indonesia yang memilih nafar awal mulai meninggalkan Mina menuju Makkah pada Jumat (29/5/2026) atau 12 Zulhijah 1447 Hijriah.

Pergerakan jemaah berlangsung sejak pagi hari menggunakan bus yang telah disiapkan menuju hotel masing-masing di Makkah. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang ditetapkan petugas haji.

Wakil Satgas Mina, Zaenal Muttaqin, mengatakan jemaah Indonesia mulai bergerak keluar dari Mina sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 waktu setempat.

Dari total jemaah Indonesia yang menjalani mabit di Mina, sekitar 68 persen memilih skema nafar awal. Mereka menyelesaikan rangkaian mabit dan lempar jumrah pada 12 Zulhijah sebelum kembali ke Makkah.

Ratusan Kloter Dijadwalkan Bergerak

Zaenal menjelaskan, sebanyak 424 kloter dari total 527 kloter dijadwalkan meninggalkan Mina pada hari tersebut. Seluruh jemaah dalam kloter tersebut telah menyelesaikan mabit serta melaksanakan lontar jumrah aqabah dan jumrah selama hari-hari tasyrik.

Petugas menargetkan seluruh proses pemberangkatan selesai pada sore hari. Pemberangkatan terakhir dijadwalkan berlangsung hingga pukul 14.00 dan diupayakan seluruh jemaah telah tiba di tujuan sebelum pukul 17.00.

Petugas juga mengingatkan bahwa jemaah yang belum keluar dari Mina sebelum matahari terbenam tidak dapat mengikuti nafar awal. Mereka wajib melanjutkan mabit hingga 13 Zulhijah dan menjalani nafar tsani.

Peserta Tanazul Dominan Pilih Nafar Awal

Selain jemaah yang bermalam di Mina, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat lebih dari 20 ribu jemaah mengikuti program tanazul. Program ini memungkinkan jemaah kembali ke hotel di Makkah tanpa menginap di Mina.

Berdasarkan pemantauan petugas, mayoritas peserta tanazul juga memilih nafar awal. Kondisi serupa terjadi pada jemaah yang menjalankan tanazul secara mandiri di luar program resmi Kementerian Haji dan Umrah.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah telah menyusun jadwal lempar jumrah secara rinci untuk jemaah Indonesia. Pengaturan tersebut dilakukan guna mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah di Mina.

Sementara itu, jemaah yang memilih nafar tsani masih melanjutkan mabit hingga 13 Zulhijah dan akan melaksanakan lempar jumrah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pergerakan jemaah nafar awal dari Mina ke Makkah berlangsung tertib dan bertahap. Mayoritas jemaah Indonesia memilih menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina pada 12 Zulhijah sebelum kembali ke Makkah. (MCH)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....