Saudi Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan Kaki

  • 28 Mei 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arab Saudi mengimbau jemaah haji menjaga kesehatan kaki selama musim haji
  • Jemaah diminta memakai alas kaki nyaman dan tidak berjalan tanpa alas kaki
  • Penderita diabetes menjadi kelompok rentan mengalami luka pada kaki

RRI.CO.ID, Mina – Arab Saudi mengimbau jemaah haji memperhatikan kesehatan kaki selama menjalani rangkaian ibadah. Imbauan itu disampaikan di tengah cuaca ekstrem dan tingginya mobilitas jemaah di Tanah Suci.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi meminta jemaah memilih alas kaki yang nyaman dan aman digunakan. Jemaah juga dianjurkan rutin memeriksa kondisi kaki setelah berjalan dalam jarak cukup jauh.

Selain itu, jemaah diminta mencuci dan mengeringkan kaki secara menyeluruh setiap selesai beraktivitas. Langkah sederhana ini dinilai penting untuk mencegah lecet, iritasi, hingga infeksi kulit.

Otoritas kesehatan Saudi juga mengingatkan jemaah agar tidak berjalan tanpa alas kaki. Penderita diabetes menjadi kelompok rentan mengalami luka dan borok pada kaki selama musim haji.

Jemaah perempuan dianjurkan memakai kaus kaki yang sesuai untuk mengurangi risiko gesekan. Penggunaan kaus kaki yang tepat dapat membantu mencegah cedera akibat aktivitas berjalan dan kepadatan mobilitas.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi turut mengajak jemaah memanfaatkan layanan nomor 937 untuk konsultasi medis. Layanan ini menjadi bagian dari edukasi kesehatan guna menjaga keselamatan jemaah selama pelaksanaan haji.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah RI melarang jemaah Indonesia melontar jumrah pada siang hari. Larangan diberlakukan karena suhu udara di Mina dilaporkan mencapai 41 derajat Celsius.

“Jemaah Indonesia yang menuju Jamarat kami imbau tidak melaksanakan lontar jumrah pukul 10.00 hingga 14.00 WAS,” kata Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, Rabu (27/5/2026).

Maria meminta jemaah tetap berada di maktab masing-masing selama rentang waktu tersebut. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi berat, heatstroke, dan kepadatan di jalur Jamarat.

“Jemaah harus tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” ujar Maria. Dengan kepatuhan jadwal, pergerakan jemaah menuju Jamarat diharapkan lebih aman, nyaman, dan tertib. (MCH)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....